An-Naḥwu al-Wāḍiḥ vol. 02
- Deskripsi
- Kurikulum
- Reviews
Selamat datang di Kursus Nahwu Wadhih Jilid 2 bersama KUBA, kitab yang dirancang khusus oleh Ali al-Jarim dan Mustafa Amin sebagai lanjutan dari Kursus Nahwu Wadhih Jilid 1 . Program ini dirancang bagi Anda yang sudah memiliki dasar bahasa Arab atau yang sudah meneyelesaikan kursus Nahwu Wadhih Jilid 1 dan ingin naik level ke pemahaman struktur kalimat yang lebih kompleks.
Kurikulum Kelas (34 Episode):
-
Fundamental Fi’il: Perbedaan mendalam Shahih vs Mu’tal Akhir.
-
Kaidah Mabni & Mu’rab: Rahasia perubahan harakat akhir pada isim dan fi’il.
-
Morfologi & I’rab: Pembahasan Isim Maqshur, Manqush, Mamdud, serta I’rab Mahalli.
-
Sintaksis Lanjut: Aturan Jamak, Mudhaf Ilaih, dan Dhomir tersembunyi.
Mengapa Belajar di Sini?
-
Metode Khatam: Fokus pada penyelesaian kitab secara sistematis (1 bab, 1 pertemuan).
-
Transparan: Membedah kesalahan-kesalahan umum di buku terjemahan agar pemahaman Anda tetap murni.
-
Gratis & Aksesibel: 34 video kualitas tinggi yang bisa Anda akses kapan saja.
Daftarkan diri Anda sekarang dan mulailah perjalanan Anda memahami indahnya struktur bahasa Arab dengan cara yang paling jelas dan mudah!
-
1Eps. 1 : Fi'il Shahih Akhir dan Mu'tal Akhir1j 5m
Video ini adalah pelajaran pertama dari kitab Nahwu Wadhih Jilid 2 yang membahas pembagian kata kerja (Fi'il) berdasarkan jenis huruf terakhirnya, yaitu antara Fi'il Shahih Akhir (kata kerja sehat) dan Fi'il Mu'tal Akhir (kata kerja berpenyakit).
I. Pembagian Fi'il Berdasarkan Huruf Akhir
-
Fi'il Mu'tal Akhir (الفِعْلُ الْمُعْتَلُّ الْآخِرِ)
-
Definisi: Kata kerja yang huruf terakhirnya adalah salah satu dari Huruf Illah (Huruf Penyakit).
-
Huruf Illah (Penyakit): Tiga huruf yang sering disingkat "Ayu" dalam video, yaitu:
-
Alif (ا / ى)
-
Wāw (و)
-
Yā' (ي)
-
-
Contoh Fi'il Mu'tal Akhir:
-
Berakhiran Alif: دَعَا (Da'ā) - menyeru/memanggil
-
Berakhiran Wāw: يَدْنُو (Yadnū) - mendekat
-
Berakhiran Yā': يَجْرِي (Yajrī) - berlari
-
-
-
Fi'il Shahih Akhir (الفِعْلُ الصَّحِيحُ الْآخِرِ)
-
Definisi: Kata kerja yang huruf terakhirnya adalah bukan dari Huruf Illah (Alif, Wāw, Yā'), sehingga disebut sebagai kata kerja yang "sehat".
-
Contoh Fi'il Shahih Akhir:
-
قَطَفَ (Qaṭafa) - memetik (berakhiran Fā')
-
ذَهَبَ (Dzahaba) - pergi (berakhiran Bā')
-
فَتَحَ (Fataḥa) - membuka (berakhiran Ḥā')
-
-
II. Pentingnya Pembagian Ini
Memahami perbedaan antara Shahih Akhir dan Mu'tal Akhir sangat penting dalam Ilmu Nahwu karena:
-
Fi'il Mu'tal Akhir memiliki perubahan I'rab (perubahan harakat akhir) yang aneh atau berbeda dari kaidah asal ketika bertemu Dhomir (kata ganti) atau ketika berada dalam kondisi Nashab (diposisikan sebagai objek) atau Jazam (diposisikan setelah Amil Jāzim).
-
Perbedaan I'rab ini, yang disamakan dengan orang sakit yang jalannya tidak normal, adalah alasan mengapa Huruf Illah disebut "penyakit" (Illah).
Pelajaran ini dilanjutkan dengan latihan-latihan mengidentifikasi Fi'il Shahih Akhir dan Fi'il Mu'tal Akhir, serta melatih kemampuan mengubah Fi'il Muḍāri' (kata kerja present) menjadi Fi'il Māḍi (kata kerja past).
-
-
2Rangkuman: Fi'il Shahih Akhir dan Mu'tal Akhir5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
3Kuis 1 - Eps. 1 Nahwu Wadih 210 questionsThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
4Eps. 2 : Mabni dan Mu'rab50mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini merupakan episode kedua dari seri kajian Nahwu Wadhih Jilid 2 yang membahas pembagian mendasar kata (Al-Kalimah) dalam Bahasa Arab menjadi dua jenis berdasarkan kondisi harakat akhirnya:
-
Mabni (اَلْمَبْنِيُّ): Kata yang harakat akhirnya tetap dan tidak berubah, terlepas dari perannya dalam kalimat. (Meliputi seluruh Huruf, Fi'il Madhi, dan Fi'il Amar). Contoh: أَيْنَ (aina - di mana) dan ذَبَحَ (dzabaha - telah menyembelih).
-
Mu'rab (اَلْمُعْرَبُ): Kata yang harakat akhirnya berubah-ubah (i'rab) sesuai dengan posisi kalimatnya (Rofa', Nashob, Jar, atau Jazm). (Meliputi kebanyakan Isim dan Fi'il Mudhari'). Contoh: اَلْقُطْنُ (al-qutnu → اَلْقُطْنَ → اَلْقُطْنِ).
Video ini juga menjelaskan mengapa perbedaan Mabni dan Mu'rab ini penting sebagai fondasi utama dalam Ilmu Nahwu.
-
-
5Rangkuman: Mabni dan Mu'rab5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
6Kuis 2 - Eps. 2 Nahwu Wadih 29 questionsThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
7Eps. 3 : Macam-macam Bina'55mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini melanjutkan pembahasan tentang kata Mabni (kata yang akhirannya tetap) dalam ilmu Nahwu dengan menguraikan Macam-Macam Bina' (البِنَاء), yaitu empat kondisi tetap yang mungkin terjadi pada akhir kata mabni.
Empat Macam Bina' tersebut adalah:
-
Bina' 'ala As-Sukun (بِنَاءٌ عَلَى السُّكُوْنِ): Akhiran kata tetap Sukun (ْ).
-
Bina' 'ala Al-Fathi (بِنَاءٌ عَلَى الْفَتْحِ): Akhiran kata tetap Fathah (َ).
-
Bina' 'ala Ad-Dhommi (بِنَاءٌ عَلَى الضَّمِّ): Akhiran kata tetap Dhommah (ُ).
-
Bina' 'ala Al-Kasri (بِنَاءٌ عَلَى الْكَسْرِ): Akhiran kata tetap Kasroh (ِ).
Tidak ada kaidah khusus untuk menentukan suatu kata mabni harus menggunakan Bina' yang mana; penentuannya murni didasarkan pada riwayat (pendengaran) dari penutur asli Arab terdahulu (sama').
Tujuan mempelajari macam-macam Bina' ini adalah agar dapat meng-i'rab (menjelaskan posisi dan kondisi akhir) kata-kata mabni dengan benar, misalnya dengan menyebut: Mabniyyun 'ala As-Sukun (Mabni dengan Sukun).
-
-
8Rangkuman: Macam-macam Bina'5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
9Kusi 3 - Eps. 3 Nahwu Wadih 210 questionsThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
10Eps. 4 : Macam-macam I'rab1j 7mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini adalah episode keempat dari seri kajian Nahwu Wadhih Jilid 2 yang membahas lawan dari Bina' (bentuk tetap), yaitu I'rab (اَلْإِعْرَابُ), yang merupakan peristiwa perubahan harakat akhir suatu kata (Mu'rab) yang dipengaruhi oleh faktor-faktor (amil) tertentu dalam kalimat.
Video ini menjelaskan empat macam dasar dari I'rab:
-
Rofa' (اَلرَّفْعُ): Tanda aslinya adalah Dhommah (ـُ).
-
Nashob (اَلنَّصْبُ): Tanda aslinya adalah Fathah (ـَ).
-
Jar/Khofd (اَلْجَرُّ/اَلْخَفْضُ): Tanda aslinya adalah Kasroh (ـِ). Khusus untuk Isim (kata benda).
-
Jazem (اَلْجَزْمُ): Tanda aslinya adalah Sukun (ـْ). Khusus untuk Fi'il Mudhari' (kata kerja masa kini/akan datang).
Secara skema, Rofa' dan Nashob dimiliki bersama oleh Isim dan Fi'il Mudhari', sedangkan Jar hanya untuk Isim dan Jazem hanya untuk Fi'il. Pembahasan ini sangat penting karena perubahan harakat akhir inilah yang menentukan posisi dan makna kata dalam kalimat.
-
-
11Rangkuman: Macam-macam I'rab5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
12Kuis 4 - Eps. 4 Nahwu Wadih 210 questionsThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
13Eps. 5 : Bina' Fi'il Madhi1j 3mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini adalah episode kelima dari seri kajian Nahwu Wadhih Jilid 2 yang secara spesifik membahas hukum Bina' (bentuk tetap) pada jenis kata Fi'il Madhi (Kata Kerja Lampau).
Poin utama yang dijelaskan adalah:
Fi'il Madhi selalu mabni (akhirannya tetap) dan memiliki tiga jenis Bina' yang penentuannya didasarkan pada dhomir (kata ganti pelaku) yang bersambung dengannya:
-
Bina' 'ala Al-Fathi (Fathah): Ini adalah kondisi asli (default), terjadi jika Fi'il Madhi tidak bersambung dengan apa pun, atau bersambung dengan ta' ta'nits sakinah atau alif tatsniyah (misalnya: نَزَلَ).
-
Bina' 'ala Ad-Dhommi (Dhommah): Terjadi jika Fi'il Madhi bersambung dengan Wawu Jama'ah (dhomir untuk mereka laki-laki, misalnya: نَزَلُوْا).
-
Bina' 'ala As-Sukun (Sukun): Terjadi jika Fi'il Madhi bersambung dengan Ta' Fa'il mutaharrikah (dhomir pelaku seperti tu, ta, ti), Nun Niswah (dhomir jamak perempuan), atau Na' Fa'ilin (dhomir kami sebagai pelaku, misalnya: نَزَلْتُ).
-
-
14Rangkuman: Bina' Fi'il Madhi5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
15Kuis 5 - Eps. 5 Nahwu Wadih 210 questionsThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
16Eps. 6 : Bina Fi'il Amr1j 9mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini adalah episode keenam dari seri kajian Nahwu Wadhih Jilid 2 yang membahas secara rinci hukum Bina' (bentuk tetap) pada jenis kata Fi'il Amr (Kata Kerja Perintah).
Poin utama yang dijelaskan adalah:
Fi'il Amr hukumnya selalu mabni (akhirannya tetap) dan memiliki empat jenis Bina', yang penentuannya tergantung pada kondisi akhir kata kerja tersebut:
-
Mabni 'ala As-Sukun (Sukun): Terjadi jika Fi'il Amr adalah Shahih Akhir (tidak berakhiran huruf illat) dan tidak bertemu dengan sesuatu, atau jika bertemu dengan Nun Niswah (dhomir jamak perempuan).
-
Mabni 'ala Al-Fathi (Fathah): Terjadi jika Fi'il Amr bertemu dengan Nun Taukid (penegas) ringan atau berat.
-
Mabni 'ala Hazf Harf Al-Illah (Dibuang Huruf Illat): Terjadi jika Fi'il Amr merupakan Mu'tal Akhir (berakhiran Alif, Wawu, atau Ya').
-
Mabni 'ala Hazf An-Nun (Dibuang Nun): Terjadi jika Fi'il Amr berasal dari Al-Af'al Al-Khamsah (lima fi'il mudhari' khusus), yaitu ketika bersambung dengan Alif Tatsniyah, Wawu Jama'ah, atau Ya' Mukhotobah.
-
-
17Rangkuman: Bina Fi'il Amr5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
18Kuis 6 - Eps. 6 Nahwu Wadih 27 questionsThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
19Eps. 7 : Bina' Fi'il Mudhori'1j 3mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini adalah episode ketujuh dari seri kajian Nahwu Wadhih Jilid 2 yang membahas secara terperinci tentang hukum Bina' (tetapnya harakat akhir) pada Fi'il Mudhari' (Kata Kerja Sekarang atau Akan Datang).
Poin utama yang dijelaskan adalah:
Fi'il Mudhari' pada dasarnya berhukum Mu'rab (harakat akhirnya berubah), namun dapat berubah menjadi Mabni (harakat akhirnya tetap) dalam dua kondisi spesifik, yaitu ketika bertemu dengan salah satu dari dua jenis Nun:
-
Mabni 'ala Al-Fathi (Fathah):
-
Terjadi jika Fi'il Mudhari' bersambung langsung dengan Nun Taukid (penegas), baik yang Tsaqilah (bertasydid) maupun Khafifah (sukun).
-
Contoh: لَأَسْمَعَنَّ (Sungguh-sungguh aku akan mendengarkan) [<!-->18:03-->].
-
Tanda Bina' Fathah (ـَ) berada pada huruf sebelum Nun Taukid.
-
-
Mabni 'ala As-Sukun (Sukun):
-
Terjadi jika Fi'il Mudhari' bersambung langsung dengan Nun Niswah (Nun yang menunjukkan pelaku jamak perempuan).
-
Contoh: يَتَعَلَّمْنَ (Mereka (pr) sedang belajar) [<!-->21:10-->].
-
Tanda Bina' Sukun (ـْ) berada pada huruf sebelum Nun Niswah.
-
Selain kedua kondisi tersebut, Fi'il Mudhari' akan kembali berhukum Mu'rab (yang terbagi menjadi Marfu', Manshub, dan Majzum) [<!-->23:17-->].
-
-
20Rangkuman: Bina' Fi'il Mudhori'5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
21Eps. 8 : I'rab Mahalli1j 7mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini merupakan episode ke-8 dari seri kajian Nahwu Wadhih Jilid 2 yang membahas tentang I'rab Mahalli (اﻹعْرَابُ الْمَحَلِّيُّ), yaitu hukum i'rab (perubahan harakat) yang berlaku pada kata-kata yang berhukum Mabni (tetap).
Poin-Poin Utama:
-
Definisi I'rab Mahalli:
-
I'rab Mahalli adalah status i'rab (seperti Rafa', Nashab, Jar, atau Jazm) yang diberikan kepada kata yang hukum asalnya Mabni.
-
Mabni adalah kata yang harakat akhirnya tidak pernah berubah (seperti Dhamir/Kata Ganti, Isim Isyarah/Kata Tunjuk, atau Fi'il yang bertemu Nun Taukid/Niswah) [<!-->33:14-->].
-
-
Kapan I'rab Mahalli Diberlakukan:
-
I'rab Mahalli digunakan ketika sebuah kata Mabni berada di posisi (jabatan) kalimat yang seharusnya ditempati oleh kata Mu'rab (yang harakatnya bisa berubah).
-
Contohnya: Kata Mabni menjadi Fa'il (Pelaku) yang seharusnya berstatus Marfu', atau menjadi Maf'ul Bihi (Objek) yang seharusnya berstatus Manshub [<!-->34:46-->].
-
-
Rumus I'rab Mahalli (Pola Penguraian):
-
Untuk kata Mabni yang memiliki jabatan di dalam kalimat, penguraiannya (i'rab) harus mengikuti tiga langkah ini:
-
Tentukan Jabatan Kata dalam kalimat (misalnya: Mubtada, Fa'il, Maf'ul Bihi) [<!-->55:07-->].
-
Jelaskan Kondisi Bina' kata tersebut (misalnya: Mabni 'ala Al-Fathi, Mabni 'ala As-Sukun, atau Mabni 'ala Al-Kasri) [<!-->55:12-->].
-
Sebutkan I'rab Mahalli-nya dengan frasa "Fii Mahalli..." (di tempat) diikuti status i'rab yang seharusnya (Rafa', Nashab, Jar, atau Jazm) [<!-->55:16-->].
-
-
Contoh I'rab Mahalli:
-
Anta (أَنْتَ) dalam kalimat Anta rajulun muhadzabun (Engkau adalah pria yang beradab).
-
Anta adalah Mubtada (Jabatan: Rafa') dan Dhomir (Mabni).
-
I'rab: ضَمِيرٌ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ فِي مَحَلِّ رَفْعٍ (Dhamir Mabni di atas Fathah di tempat Rafa') [<!-->06:16-->].
-
-
-
22Rangkuman: I'rab Mahalli5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
23Eps. 9 : I'rab Fi'il Mu'tal Akhir1j 7mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini menjelaskan secara mendetail mengenai bagaimana menetapkan hukum I'rab (Rafa', Nashab, dan Jazm) pada Fi'il Mudhari' Mu'tal Akhir (الفِعْلُ الْمُضَارِعُ الْمُعْتَلُّ الْآخِرِ), yaitu Fi'il Mudhari' yang huruf akhirnya berupa salah satu dari tiga huruf 'Illat: Alif (ا), Wawu (و), atau Ya' (ي).
Hukum I'rab pada jenis fi'il ini berbeda dengan Fi'il Shahih Akhir (yang huruf akhirnya sehat).
1. Kondisi I'rab Rafa' (Marfu')
Fi'il Mu'tal Akhir berstatus Marfu' (ketika tidak didahului Amil Nashab atau Jazm) dengan tanda:
-
Dhommah Muqaddarah (ضَمَّةٌ مُقَدَّرَةٌ) atau Dhommah yang diperkirakan (tidak tampak).
-
Pada Alif (ا): Karena Uzr (uzur) atau tidak mungkin Alif berharakat.
-
Contoh: يَخْشَى (Dia takut)
-
-
Pada Wawu (و) dan Ya' (ي): Karena Tsaqal (berat) atau sulit diucapkan jika Dhommah dipaksakan tampak.
-
Contoh: يَدْعُو (Dia menyeru), يَجْرِي (Dia berlari)
-
-
2. Kondisi I'rab Nashab (Manshub)
Fi'il Mu'tal Akhir berstatus Manshub (ketika didahului Amil Nashab seperti An, Lan) dengan tanda:
-
Fathah Muqaddarah (فَتْحَةٌ مُقَدَّرَةٌ): Hanya pada Fi'il yang berakhiran Alif (ا), dengan alasan Uzur. * Contoh: لَنْ يَخْشَى (Dia tidak akan takut)
-
Fathah Dhahirah (فَتْحَةٌ ظَاهِرَةٌ): Pada Fi'il yang berakhiran Wawu (و) dan Ya' (ي), karena ringan dan mudah diucapkan. * Contoh: لَنْ يَدْعُوَ (Dia tidak akan menyeru), لَنْ يَجْرِيَ (Dia tidak akan berlari)
3. Kondisi I'rab Jazm (Majzum)
Fi'il Mu'tal Akhir berstatus Majzum (ketika didahului Amil Jazm seperti Lam, La Nahiyah) dengan tanda yang sama untuk semua huruf 'Illat:
-
Hazfu Harfi Al-'Illah (حَذْفُ حَرْفِ الْعِلَّةِ): Dihapusnya huruf 'Illat di akhir kata.
-
Contoh: لَمْ يَخْشَ (Huruf Alif dibuang), لَمْ يَدْعُ (Huruf Wawu dibuang), لَمْ يَجْرِ (Huruf Ya' dibuang).
-
-
-
24Rangkuman: I'rab Fi'il Mu'tal Akhir5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
25Eps. 10 : Isim Maqshur56mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini menjelaskan tentang Isim Maqshur dan bagaimana menentukan status I'rab-nya (Rafa', Nashab, dan Jar).
1. Definisi Isim Maqshur
Isim Maqshur adalah setiap Isim (kata benda) yang diakhiri oleh Alif Lazimah (الْأَلِفُ اللَّازِمَةُ), baik Alif tersebut ditulis dalam bentuk tegak (ا) maupun berbentuk seperti Ya' tanpa titik (ى) [<!-->25:56-->].
-
Alif Lazimah berarti Alif tersebut adalah bagian tetap dari kata, bukan tambahan.
-
Contoh: الْفَتَى (pemuda), الْعَصَا (tongkat), الْمُسْتَشْفَى (rumah sakit).
2. Hukum I'rab Isim Maqshur
I'rab pada Isim Maqshur seluruhnya menggunakan Harakat Muqaddarah (حَرَكَاتٌ مُقَدَّرَةٌ), atau harakat yang diperkirakan ada namun tidak tampak. Alasannya adalah Uzr (الْعُذْرُ) atau ketidakmungkinan Alif di akhir kata untuk diucapkan atau dituliskan harakatnya [<!-->27:14-->].
Status I'rab Tanda I'rab (Hukum) Frasa I'rab yang Digunakan Contoh Kalimat & Terjemah Rafa' (مَرْفُوْعٌ) Dhommah Muqaddarah Marfu'un wa 'alaamatu raf'ihi dhommatun muqaddaratun 'alal alif. جَاءَ الْفَتَى (Pemuda itu telah datang) Nashab (مَنْصُوْبٌ) Fathah Muqaddarah Manshūbun wa 'alaamatu nashbihi fatḥatun muqaddaratun 'alal alif. رَأَيْتُ الْفَتَى (Saya melihat pemuda itu) Jar (مَجْرُوْرٌ) Kasrah Muqaddarah Majrūrun wa 'alaamatu jarrihi kasratun muqaddaratun 'alal alif. مَرَرْتُ بِالْفَتَى (Saya berpapasan dengan pemuda itu) Kesimpulan: Seluruh harakat I'rab (Dhommah, Fathah, dan Kasrah) pada Isim Maqshur tidak pernah tampak (selalu muqaddarah).
-
-
26Rangkuman: Isim Maqshur5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
27Eps. 11 : Isim Manqush54mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Isim Manqush (اِسْمٌ مَنْقُوْصٌ)
Video ini menjelaskan tentang Isim Manqush dan bagaimana menentukan status I'rab-nya (Rafa', Nashab, dan Jar), yang memiliki hukum i'rab yang sebagian muqaddarah (diperkirakan) dan sebagian lagi dhahirah (tampak).
1. Definisi Isim Manqush
Isim Manqush adalah setiap Isim Mu'rab (Kata Benda yang i'rabnya berubah) yang diakhiri oleh Ya' Lazimah (يَاءٌ لَازِمَةٌ) dan didahului oleh harakat Kasrah [<!-->20:12-->].
-
Ya' Lazimah: Ya' yang merupakan bagian asli dari kata dan tidak dapat dibuang.
-
Contoh: الْجَانِي (pelaku kriminal), الْقَاضِي (hakim), الْمُنَادِي (penyeru/pemanggil), الْوَادِي (lembah).
2. Hukum I'rab Isim Manqush
Hukum I'rab Isim Manqush dibagi menjadi dua, yaitu Muqaddarah (diperkirakan) dan Dhahirah (tampak).
A. Harakat Muqaddarah (Dhommah dan Kasrah)
Tanda Rafa' dan Jar pada Isim Manqush menggunakan Harakat Muqaddarah (diperkirakan). Alasan muqaddarahnya adalah Al-Tsaqal (الثِّقَلُ) atau berat untuk diucapkan [<!-->22:16-->].
Status I'rab Tanda I'rab Contoh Arab I'rab Ringkas Rafa' Dhommah Muqaddarah جَاءَ الْقَاضِي (Hakim itu telah datang) Marfu'un wa 'alaamatu raf'ihi dhommatun muqaddaratun 'alal yaa'i littsaqali. Jar Kasrah Muqaddarah نَظَرْتُ إِلَى الْجَانِي (Aku melihat kepada pelaku kriminal) Majrūrun wa 'alaamatu jarrihi kasratun muqaddaratun 'alal yaa'i littsaqali. B. Harakat Dhahirah (Fathah)
Tanda Nashab pada Isim Manqush menggunakan Fathah Dhahirah (tampak). Alasan dhahirahnya adalah Al-Khiffah (الْخِفَّةُ) atau ringan untuk diucapkan [<!-->22:28-->].
Status I'rab Tanda I'rab Contoh Arab I'rab Ringkas Nashab Fathah Dhahirah رَأَيْتُ الْقَاضِيَ (Saya melihat hakim itu) Manshūbun wa 'alaamatu nashbihi fatḥatun dhāhiratun -
-
28Rangkuman: Isim Manqush5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
29Eps. 12 : An Mudhmarah2j 1mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas enam kata yang menyebabkan Fi'il Mudhari' setelahnya dinashab karena keberadaan An Mudhmarah tersebut, yang terbagi menjadi dua kelompok:
Kelompok I: An Mudhmarah yang Boleh Tampak/Sembunyi (Jawazan)
-
Lam Ta'lil (لَامُ التَّعْلِيْلِ): Lam yang berfungsi menjelaskan alasan atau tujuan.
-
Hukum: An boleh ditampakkan (Zhahirah) atau disembunyikan (Mudhmarah) (Jawazan).
-
Contoh Arab: جَلَسْتُ لِأَسْتَرِيْحَ (Aku duduk untuk beristirahat)
-
(Aslinya: جَلَسْتُ لِأَنْ أَسْتَرِيْحَ)
-
-
Kelompok II: An Mudhmarah yang Wajib Sembunyi (Wujuban)
Fi'il Mudhari' dinashab dengan An Mudhmarah yang wajib disembunyikan (Wujuban) ketika terletak setelah lima partikel berikut:
-
Lam Juhud (لَامُ الْجُحُوْدِ): Lam yang berfungsi menunjukkan pengingkaran atau penolakan dan harus didahului oleh Kana (كان) yang dinafikan (misalnya: Mā Kāna atau Lam Yakun).
-
Contoh Arab: مَا كَانَ الْخَائِنُ لِيَصْدُقَ (Seorang pengkhianat tidak akan/tidak seharusnya jujur).
-
-
Au (أَوْ): Huruf Au yang tidak lagi bermakna "atau", melainkan bermakna "Sampai" (إِلَى) atau "Kecuali" (إِلَّا).
-
Contoh Arab (makna Sampai): اِسْمَعْ نَصِيْحَةَ الطَّبِيْبِ أَوْ تَتِمَّ صِحَّتُكَ (Dengarkan nasihat dokter sampai kesehatanmu sempurna).
-
Contoh Arab (makna Kecuali): لَا تُؤَاخِذِ الْمُسِيْئَ أَوْ يَعْتَذِرَ (Jangan hukum orang yang berbuat salah kecuali dia meminta maaf).
-
-
Hatta (حَتَّى): Berfungsi sebagai tujuan akhir dan diartikan "Sampai/Hingga".
-
Contoh Arab: لَا يُحْمَدُ الْوَلَدُ حَتَّى يَنَالَ رِضَا وَالِدَيْهِ (Anak itu tidak dipuji sampai ia memperoleh rida kedua orang tuanya).
-
-
Fa Sababiyyah (فَاءُ السَّبَبِيَّةِ): Fa yang menunjukkan sebab-akibat (sebelum Fa adalah sebab, setelahnya adalah hasil). Ini juga memiliki syarat, yaitu harus didahului oleh Nafi (peniadaan) atau Thalab (permintaan/perintah).
-
Contoh Arab: لَا تُكْثِرْ مُعَاتَبَةَ صَدِيْقِكَ فَتُبْغَضَ (Jangan perbanyak mencela temanmu, sehingga kamu dibenci). (Dibenci adalah akibat dari perbuatan sebelumnya).
-
-
Wawu Ma'iyyah (وَاوُ الْمَعِيَّةِ): Wau yang bermakna "Bersamaan dengan" (مَعَ). Sama seperti Fa Sababiyyah, ia juga harus didahului oleh Nafi atau Thalab.
-
Contoh Arab: لَا تَأْمُرْنِي بِالصِّدْقِ وَتَكْذِبَ (Jangan engkau menyuruhku untuk jujur, bersamaan dengan itu engkau malah berdusta).
-
-
-
30Rangkuman: An Mudhmarah5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
31Eps. 13 : Penyebab Jazm Fi'il Mudhori'1j 9mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas tentang Jawazim al-Fi'li (الجَوَازِمُ), yaitu alat-alat atau faktor-faktor (Adawat) yang menyebabkan Fi'il Mudhari' menjadi majazum (dijazmkan).
Pembahasan dibagi menjadi dua bagian utama:
1. Penjazem Satu Fi'il Mudhari'
Mencakup faktor yang hanya menjazmkan satu Fi'il Mudhari', dengan fokus pada:
-
Lamma (لمَّا): Berarti "belum" atau "tidak," berfungsi menafikan (Nafi) perbuatan di masa lalu hingga waktu pembicaraan, namun memungkinkan perbuatan itu terjadi setelahnya.
-
Lamul Amr (لَامُ الْأَمْرِ): Lam yang berfungsi mengubah makna Fi'il Mudhari' menjadi perintah atau keharusan (Amr).
2. Penjazem Dua Fi'il Mudhari' (Kalimat Syarat)
Mencakup 12 Adawat yang menjazmkan dua Fi'il Mudhari' secara berurutan, membentuk Kalimat Syarat (Conditional Sentence). Kedua Fi'il Mudhari' tersebut disebut:
-
Fi'il Syarat: Fi'il pertama yang menjadi persyaratan.
-
Jawab Syarat: Fi'il kedua yang menjadi konsekuensi atau jawaban dari persyaratan.
Faktor-faktor ini terbagi menjadi Huruf (seperti In dan Izma) dan Isim (seperti Man untuk yang berakal, Ma untuk yang tidak berakal, Mata untuk waktu, Aina untuk tempat, dan Ayyu yang fungsinya fleksibel), yang masing-masing memiliki fungsi spesifik dalam persyaratan.
-
-
32Rangkuman: Jawazim al-Fi'li (Penyebab Jazm Fi'il Mudhari')5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
33Eps. 14 : Af'al Khamsah & I'rabnya1j 5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Al-Af'alul Khamsah adalah sebutan untuk lima bentuk spesifik dari Fi'il Mudhari' yang selalu diakhiri dengan huruf Nun. Lima bentuk ini terjadi ketika Fi'il Mudhari' disambungkan dengan salah satu dari tiga Dhamir (kata ganti) berikut:
-
Aliful Isnain (أَلِفُ الاثْنَيْنِ): Untuk dua orang (Huma - mereka berdua, dan Antuma - kalian berdua).
-
Wawul Jama'ah (وَاوُ الْجَمَاعَةِ): Untuk jamak laki-laki (Hum - mereka jamak, dan Antum - kalian jamak).
-
Ya'ul Mukhatabah (يَاءُ الْمُخَاطَبَةِ): Untuk satu orang perempuan lawan bicara (Anti - kamu perempuan).
Lima Bentuk Dasar (Menggunakan Fi'il Fa'ala - فَعَلَ):
Dhamir Bentuk Fi'il Keterangan هُمَا يَفْعَلَانِ Dua orang laki-laki/perempuan Ghaib (Orang Ketiga) أَنْتُمَا تَفْعَلَانِ Dua orang laki-laki/perempuan Mukhatab (Lawan Bicara) هُمْ يَفْعَلُونَ Jamak laki-laki Ghaib (Orang Ketiga) أَنْتُمْ تَفْعَلُونَ Jamak laki-laki Mukhatab (Lawan Bicara) أَنْتِ تَفْعَلِينَ Satu orang perempuan Mukhatab (Lawan Bicara) Kaidah I'rab (Perubahan Akhir Kata) yang Khas:
Fi'il Mudhari' dari Al-Af'alul Khamsah memiliki tanda I'rab yang berbeda dari Fi'il Mudhari' biasa:
Kondisi I'rab Tanda I'rab Contoh Arab Keterangan Rafa' (مَرْفُوْعٌ) Tsubutun Nun (ثُبُوتُ النُّونِ) - Tetapnya huruf Nun هُمَا يَذْهَبَانِ (Keduanya sedang pergi) Nun tetap ada karena tidak didahului Nāṣib atau Jāzim. Nashab (مَنْصُوْبٌ) Ḥadzfun Nun (حَذْفُ النُّونِ) - Dibuangnya huruf Nun هُمَا لَنْ يَذْهَبَا (Keduanya tidak akan pergi) Huruf Nun dibuang setelah didahului Nāṣib seperti لَنْ (Lan). Jazm (مَجْزُوْمٌ) Ḥadzfun Nun (حَذْفُ النُّونِ) - Dibuangnya huruf Nun هُمَا لَمْ يَذْهَبَا (Keduanya belum pergi) Huruf Nun dibuang setelah didahului Jāzim seperti لَمْ (Lam). Dalam kondisi Nashab dan Jazm, setelah huruf Wawu pada bentuk jamak (seperti yafa'alū), ditambahkan Alif Fāriqah (Alif pembeda) untuk membedakannya dari Fi'il Mu'tal Akhir.
-
-
34Rangkuman: Al-Af'alul Khamsah (Lima Bentuk Fi'il)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
35Eps. 15 : Mufrad, Mutsanna, & Jamak1j 7mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Pembagian Isim (Kata Benda)
Video ini membahas kaidah dasar Nahwu mengenai pembagian Isim (kata benda) menjadi tiga kategori utama berdasarkan jumlahnya: Mufrad, Mutsanna, dan Jamak.
1. Mufrad (Tunggal)
-
Definisi: Kata benda yang menunjukkan jumlah satu (tunggal).
-
Contoh: كِتَابٌ (satu buku), قَلَمٌ (satu pulpen).
-
Keterangan: Seluruh pembahasan Isim pada pelajaran-pelajaran Nahwu sebelumnya biasanya merujuk pada bentuk Mufrad.
2. Mutsanna (Ganda/Dua)
-
Definisi: Kata benda yang menunjukkan jumlah dua.
-
Syarat: Harus memiliki tambahan di akhirnya, yaitu:
-
Alif dan Nun (انِ), atau
-
Ya' dan Nun (يْنِ).
-
-
Contoh Arab:
-
مُسْلِمٌ (satu muslim) menjadi مُسْلِمَانِ (dua muslim).
-
شَجَرَةٌ (satu pohon) menjadi شَجَرَتَانِ (dua pohon), dengan tā’ marbūṭah (ة) berubah menjadi tā’ maftūḥah (ت) sebelum ditambahkan Alif dan Nūn.
-
3. Jamak (Banyak)
-
Definisi: Kata benda yang menunjukkan jumlah lebih dari dua.
-
Pembagian Jamak: Jamak terbagi menjadi tiga jenis:
-
Jamak Taksīr (جَمْعُ التَّكْسِيرِ):
-
Karakteristik: Bentuk tunggalnya berubah (pecah/rusak) dan tidak memiliki pola/rumus yang tetap.
-
Contoh: رَجُلٌ (laki-laki) menjadi رِجَالٌ (para laki-laki).
-
-
Jamak Mudzakkar Sālim (جَمْعُ الْمُذَكَّرِ السَّالِمِ):
-
Karakteristik: Bentuk tunggalnya selamat (tidak berubah) dan memiliki pola untuk laki-laki.
-
Rumus: Ditambah Wawu dan Nun (ُونَ) atau Ya' dan Nun (ِينَ) di akhir.
-
Contoh: مُجِدٌّ (orang bersungguh-sungguh) menjadi مُجِدُّونَ (orang-orang bersungguh-sungguh).
-
-
Jamak Mu'annats Sālim (جَمْعُ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ):
-
Karakteristik: Bentuk tunggalnya selamat (tidak berubah) dan memiliki pola untuk perempuan.
-
Rumus: Ditambah Alif dan Tā' (َاتٌ) di akhir.
-
Contoh: مُجِدَّةٌ (perempuan bersungguh-sungguh) menjadi مُجِدَّاتٌ (para perempuan bersungguh-sungguh).
-
-
Video ini menyarankan penggunaan kamus Arab ke Arab (seperti Almaany) sebagai alat bantu bagi pemula untuk mengetahui bentuk Jamak Taksīr yang tidak memiliki pola.
-
-
36Rangkuman: Mufrad, Mutsanna, & Jamak5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
37Eps. 16 : I'rab Mutsanna1j 1mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
I'rab Mutsanna (Perubahan Akhir Kata Benda Ganda)
Video ini membahas kaidah I'rab (perubahan harakat/bentuk akhir kata) khusus untuk Isim Mutsanna (kata benda yang menunjukkan dua/ganda), yang berbeda dari I'rab Isim Mufrad (tunggal).
Inti Pembahasan: I'rab dengan Huruf
-
Definisi Mutsanna: Kata benda yang menunjukkan dua, ditandai dengan tambahan Alif dan Nun (انِ) atau Ya' dan Nun (يْنِ) di akhirnya.
-
Prinsip I'rab: I'rab Mutsanna menggunakan huruf sebagai tanda, bukan harakat (ḍammah, fatḥah, kasrah).
Tiga Keadaan I'rab Mutsanna
Keadaan I'rab Posisi Gramatikal Tanda I'rab Contoh Arab Keterangan Tanda Rafa' (Marfū') Subjek (Fa'il), Mubtada', Khabar, dsb. Alif (ا) الْوَلَدَانِ (al-waladāni) Tambahan انِ di akhir. Nashab (Manṣūb) Objek (Maf'ūl Bih), Isim Inna, dsb. Ya' (ي) الْوَلَدَيْنِ (al-waladayni) Tambahan يْنِ di akhir. Jarr (Majrūr) Didahului huruf Jarr (Min, Ilā, dsb.) Ya' (ي) الْمُسَافِرَيْنِ (al-musāfirayni) Tambahan يْنِ di akhir. Kesimpulan Kaidah (القَاعِدَةُ):
Tanda Rafa' pada Isim Mutsanna adalah Alif, sedangkan tanda Nashab dan Jarr adalah Ya'.
Video ini menyajikan latihan intensif untuk mengidentifikasi posisi I'rab (sebabnya) dan tanda I'rab pada Mutsanna dalam berbagai kalimat.
-
-
38Rangkuman: I'rab Al-Mutsanna5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
39Eps. 17 : I'rab Jamak Mudzakkar Salim55mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
I'rab Jamak Mudzakkar Salim
Video ini membahas kaidah I'rab (perubahan bentuk akhir kata) khusus untuk Jamak Mudzakkar Salim (Jamak Laki-laki Utuh) yang merupakan bagian penting dari ilmu Nahwu (Tata Bahasa Arab).
Inti Pembahasan: I'rab dengan Huruf
-
Definisi: Jamak Mudzakkar Salim adalah kata benda jamak yang dikhususkan untuk laki-laki (berakal) yang bentuk Mufrad (tunggal)-nya "selamat" (tidak berubah/rusak) saat dijamakkan.
-
Prinsip I'rab: Berbeda dengan Isim Mufrad, I'rab Jamak Mudzakkar Salim menggunakan huruf (Wawu dan Ya') sebagai tanda, bukan harakat (ḍammah, fatḥah, kasrah).
Tiga Keadaan I'rab
Kondisi I'rab Posisi Gramatikal Tanda I'rab Ciri Akhir Contoh Arab Rafa' (Marfū') Subjek (Fa'il), Mubtada', Isim Kāna. Wawu (و) Tambahan ُونَ نَجَحَ الْمُجْتَهِدُونَ (Para pekerja keras telah sukses) Nashab (Manṣūb) Objek (Maf'ūl Bih), Isim Inna. Ya' (ي) Tambahan ِينَ أَكْرَمْتُ الْفَائِزِينَ (Aku memuliakan orang-orang yang menang) Jarr (Majrūr) Didahului Huruf Jarr. Ya' (ي) Tambahan ِينَ رَضِيَ اللهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ (Allah rida kepada orang-orang mukmin) Video ini menekankan bahwa Jamak Mudzakkar Salim menggunakan tanda I'rab cabang (huruf) karena ia menyalahi kaidah I'rab asal yang menggunakan harakat.
-
-
40Rangkuman: I'rab Jamak Mudzakkar Salim5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
41Eps. 18 : I'rab Jamak Mu'annats Salim1j 4mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
I'rab Jamak Mu'annats Salim
Video ini membahas kaidah I'rab Jamak Mu'annats Salim (Perubahan bentuk akhir Isim Jamak Perempuan Utuh) yang ditandai dengan ciri khusus yang berbeda dari I'rab asal (I'rab dengan harakat fathah).
I. Definisi dan Ciri Jamak Mu'annats Salim
-
Definisi: Jamak Mu'annats Salim adalah Isim yang menunjukkan makna lebih dari dua (jamak), dikhususkan untuk perempuan, dan ditandai dengan tambahan Alif dan Ta' (ات) di akhirnya.
-
Contoh: Kata فَاطِمَةٌ (Fatimah) menjadi اَلْفَاطِمَاتُ (Para Fatimah).
II. Kaidah I'rab Utama
Jamak Mu'annats Salim memiliki tanda I'rab yang unik, terutama pada kondisi Nashab, di mana ia menyalahi kaidah asal.
Kondisi I'rab Tanda I'rab Ciri Akhir Keterangan Rafa' (Marfū') Dhommah اتُ Mengikuti I'rab asli (seperti Isim Mufrad). Nashab (Manṣūb) Kasrah اتِ Tanda cabang, karena mengganti Fathah (tanda Nashab asli). Jarr (Majrūr) Kasrah اتِ Mengikuti I'rab asli (tanda Jarr asli). III. Contoh Penerapan
-
Rafa' (Dhommah): جَاءَتْ اَلْمُسْلِمَاتُ (Para muslimah telah datang).
-
Nashab (Kasrah): رَأَيْتُ اَلْفَائِزَاتِ (Aku melihat para pemenang wanita). Tanda Nashabnya adalah Kasrah.
-
Jarr (Kasrah): اِلْتَفَتْتُ إِلَى اَلْمُجِدَّاتِ (Aku menoleh kepada para wanita pekerja keras).
Video ini menyajikan kaidah ini melalui contoh-contoh dalam kitab Nahwu Wadhih jilid 2 dan diakhiri dengan latihan praktik I'rab per kata.
-
-
42Rangkuman: I'rab Jamak Mu'annats Salim5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
43Eps. 19 : Mudhaf & Mudhaf Ilaih1j 14mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Mudhaf dan Mudhaf Ilaih (الإِضَافَةُ)
Video ini menjelaskan kaidah Idhafah (penyandaran), yang melibatkan dua Isim (kata benda): Mudhaf dan Mudhaf Ilaih, sebuah materi yang sangat mendasar dalam struktur kalimat Bahasa Arab.
I. Definisi dan Fungsi
-
Mudhaf (المُضَافُ): Isim yang disandarkan kepada Isim setelahnya. Fungsinya adalah mengkhususkan (penyempitan makna) atau menta'rifkan (menjadikan makrifah) Isim yang sebelumnya masih umum (Nakirah).
-
Mudhaf Ilaih (المُضَافُ إِلَيْهِ): Isim yang menjadi tempat bersandar bagi Mudhaf. Ia berfungsi untuk menjelaskan atau mengkhususkan Mudhaf.
II. Hukum I'rab dan Perubahan Bentuk
A. Hukum Mudhaf
-
Mudhaf tidak memiliki I'rab khusus; I'rab-nya (Rafa', Nashab, atau Jarr) ditentukan oleh posisi jabatannya dalam kalimat (misalnya sebagai Fa'il atau Maf'ul Bih).
-
Mudhaf wajib menghilangkan (membuang) ciri-ciri yang ada di akhir kata:
-
Tanwin: Jika Mudhaf adalah Isim Mufrad (tunggal) atau Jamak Taksir (tidak beraturan), tanwinnya harus dibuang.
-
Huruf Nun: Jika Mudhaf adalah Isim Mutsanna (dua) atau Jamak Mudzakkar Salim, huruf Nun (ن) di akhirnya wajib dibuang.
-
B. Hukum Mudhaf Ilaih
-
Mudhaf Ilaih memiliki satu hukum pasti: Wajib Majrur (dijarkan).
-
Tanda Jarr bisa berupa Kasrah (untuk Mufrad, Jamak Taksir, atau Jamak Mu'annats Salim) atau Ya' (untuk Mutsanna dan Jamak Mudzakkar Salim).
-
III. Contoh dalam Bahasa Arab
Contoh Struktur Mudhaf Penjelasan فِنَاءُ الْمَدْرَسَةِ فِنَاءُ (Mudhaf, Tanwin dibuang); الْمَدْرَسَةِ (Mudhaf Ilaih, Majrur dengan Kasrah). Artinya: Lapangan sekolah. يَدَيِ الطِّفْلِ يَدَيْ (Mudhaf Mutsanna, Nun dibuang); الطِّفْلِ (Mudhaf Ilaih, Majrur). Artinya: Dua tangan anak kecil. مُهَنْدِسُو الشَّرِكَةِ مُهَنْدِسُو (Mudhaf Jamak Mudzakkar Salim, Nun dibuang); الشَّرِكَةِ (Mudhaf Ilaih, Majrur). Artinya: Para insinyur perusahaan. Video ini menekankan bahwa Idhafah adalah materi krusial dan memberikan latihan I'rab detail untuk memperkuat pemahaman.
-
-
44Rangkuman: Mudhaf & Mudhaf Ilaih5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
45Eps. 20 : Asma' Khamsah & I'rabnya1j 6mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Al-Asma' Al-Khamsah (الأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ)
Video ini membahas tentang Al-Asma' Al-Khamsah (Lima Isim), yaitu kata-kata benda tertentu dalam bahasa Arab yang memiliki cara I'rab (perubahan harakat akhir) yang unik dan berbeda dari isim pada umumnya.
I. Daftar Al-Asma' Al-Khamsah
Ada lima isim yang termasuk dalam kelompok ini:
-
أَبٌ (Abun): Ayah
-
أَخٌ (Akhun): Saudara laki-laki
-
حَمٌ (Hamun): Kerabat suami/istri (seperti ipar)
-
فُوْ (Fū): Mulut
-
ذُو (Dzū): Pemilik, yang memiliki (bermakna ṣāḥib).
II. Kaidah I'rab (Perubahan Akhir)
Al-Asma' Al-Khamsah tidak menggunakan harakat (Dhommah, Fathah, Kasrah) sebagai tanda I'rab utamanya, melainkan menggunakan huruf (tanda cabang):
Kondisi I'rab Tanda I'rab (Huruf) Bunyi Akhir Contoh I'rab Rafa' (Marfū') Wāw (و) و أَبُو بَكْرٍ قَدِمَ. Nashab (Manṣūb) Alif (ا) ا رَأَيْتُ أَبَا بَكْرٍ. Jarr (Majrūr) Yā' (ي) ي سَلَّمْتُ عَلَى أَبِي بَكْرٍ. III. Syarat-Syarat Berlaku Hukum Ini
Hukum I'rab dengan huruf (Wāw, Alif, Yā') pada Al-Asma' Al-Khamsah hanya berlaku jika memenuhi dua syarat utama:
-
Harus Mudhaf (Disandarkan): Kata tersebut harus disandarkan kepada isim lain (menjadi Mudhaf), seperti dalam contoh di atas (Abū Bakrin, Abā Bakrin, Abī Bakrin).
-
Tidak Disandarkan kepada Yā' Mutakallim: Idhafah (penyandaran) tidak boleh disandarkan kepada Yā' yang berarti "saya/ku" (seperti: أَبِيْ /Ayahku/), karena jika disandarkan ke Yā' Mutakallim, maka I'rab-nya kembali menggunakan harakat perkiraan (bukan huruf).
Catatan Khusus Fū dan Dzū:
-
Fū (Mulut): Syaratnya adalah tidak diakhiri dengan huruf Mim (م). Jika diakhiri Mim (فَمٌ), ia kembali di-I'rab dengan harakat biasa.
-
Dzū (Pemilik): Hanya disandarkan kepada isim jenis (Nakirah), bukan kepada kata ganti (Dhomir).
Contoh Perbandingan (Berlaku vs. Tidak Berlaku Syarat):
Kondisi I'rab Memenuhi Syarat (I'rab dengan Huruf) Tidak Memenuhi Syarat (I'rab dengan Harakat) Rafa' أَبُوكَ عَادِلٌ (Ayahmu adil) أَبٌ عَادِلٌ (Seorang ayah adil) Nashab رَأَيْتُ أَبَاكَ (Aku melihat ayahmu) رَأَيْتُ أَبًا (Aku melihat seorang ayah) Jarr نَظَرْتُ إِلَى أَبِيكَ (Aku melihat kepada ayahmu) نَظَرْتُ إِلَى أَبٍ (Aku melihat kepada seorang ayah) -
-
46Rangkuman: I'rab Al-Asma' Al-Khamsah5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
47Eps. 21: Tanda Mu'annats pada Fi'il (Perempuan pada Kata Kerja)50mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas kaidah dasar dalam Ilmu Nahwu yang menjelaskan tentang tanda-tanda gramatikal yang menunjukkan bahwa sebuah kata kerja (Fi'il) memiliki gender perempuan (Mu'annats), yang harus disesuaikan dengan pelakunya (Fā'il).
I. Kaidah Asas Penggunaan Fi'il Mu'annats
-
Kesesuaian Gender: Jika Fā'il (Pelaku) adalah Mu'annats (perempuan, atau Isim yang dianggap Mu'annats seperti matahari, bumi, anggota tubuh berpasangan), maka Fi'il (Kata Kerja) yang mendahuluinya harus ikut berstatus Mu'annats.
-
Kaidah Asal: Kaidah ini bersifat dasar untuk pemula, meskipun ada pengecualian dalam penggunaan Bahasa Arab tingkat lanjut (misalnya dalam Al-Qur'an).
II. Tanda-Tanda Mu'annats pada Fi'il
Tanda Mu'annats pada kata kerja dibedakan berdasarkan waktu kejadiannya (Fi'il Māḍi atau Fi'il Muḍāri'):
Jenis Fi'il Tanda Mu'annats Letak Tanda Contoh Arab Keterangan Māḍi (Lampau) Tā' Sukūn (تْ) Di Akhir Kata شَكَرَتْ الْبِنْتُ. Tā' Tā'nīts As-Sākinah (Tā' perempuan yang disukun). Muḍāri' (Kini/Akan Datang) Tā' berharakat (تَ / تُ) Di Awal Kata تَشْكُرُ الْبِنْتُ. Tā' Muḍāra'ah (Tā' yang menunjukkan Fi'il Muḍāri' untuk Mu'annats). III. Perbedaan dengan Ilmu Sharaf
Video ini juga menekankan bahwa:
-
Ilmu Nahwu (Tata Bahasa): Membahas jabatan kata dalam kalimat (Fā'il, Maf'ūl, dll.) dan perubahan akhir kata (I'rab).
-
Ilmu Sharaf (Morfologi): Membahas cara membentuk, mengubah, dan menurunkan kata (termasuk cara membuat Fi'il Māḍi atau Fi'il Muḍāri'). Oleh karena itu, cara membentuk kata kerja tidak diajarkan di Ilmu Nahwu, melainkan di Ilmu Sharaf.
Contoh Perubahan Kalimat (Tathbīq):
-
Mudzakar (Laki-laki): شَكَرَ الْوَلَدُ أُمَّهُ. (Anak laki-laki itu berterima kasih kepada ibunya.)
-
Mu'annats (Perempuan): شَكَرَتْ الْبِنْتُ أُمَّهَا. (Anak perempuan itu berterima kasih kepada ibunya.)
-
-
48Rangkuman: Tanda Mu'annats pada Fi'il (Perempuan pada Kata Kerja)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
49Eps. 22 : Tanda Mu'annats Isim (Perempuan pada Kata Benda)59mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini merupakan pelajaran tata bahasa Arab (Nahwu) yang membahas tentang tanda-tanda Mu'annats (feminim) pada kata benda (Isim) dan cara mengenalinya dalam kalimat.
Kaidah Utama Tanda Mu'annats pada Isim
Isim dikategorikan sebagai Mu'annats jika memenuhi salah satu dari dua kondisi berikut:
1. Mu'annats dengan Tanda Lafal (Ciri-ciri Fisik)
Terdapat tiga ciri utama yang melekat pada akhir kata:
Tanda Penjelasan Contoh Arab Tā' Marbūṭah (ة / ة) Tā' yang berharakat (Tā' Mutaharrikah) di akhir kata. خَدِيْجَةُ (Khadijah), اَلْمُجْتَهِدَةُ (yang rajin) Alif Maqṣūrah (ى) Alif yang ditulis menyerupai huruf Yā' tanpa titik di akhir kata. لَيْلَى (Laylā), سَلْمَى (Salmā), صُغْرَى (Ṣughrā) Alif Mamdūdah (اء) Alif yang diikuti oleh Hamzah di akhir kata. اَلْعَمْيَاءُ (wanita buta), أَسْمَاءُ (Asmā') 2. Mu'annats dengan Makna (Mu'annats Ma'nawī)
Kata benda ini dianggap Mu'annats karena secara makna memang menunjukkan perempuan (seperti nama-nama wanita), meskipun tidak memiliki salah satu dari tiga tanda lafal di atas.
-
Contoh: زَيْنَبُ (Zainab), سُعَادُ (Su'ād), إِحْسَانُ (Iḥsān).
Catatan Penting
Kehadiran salah satu dari tiga tanda lafal tersebut tidak selalu menjadikan Isim bersifat Mu'annats (terdapat pengecualian seperti nama laki-laki yang berakhiran Tā' Marbūṭah seperti مُعَاوِيَةُ atau kata benda yang berakhiran Alif Maqṣūrah seperti مُوْسَى), tetapi ketiga tanda tersebut adalah ciri-ciri yang berlaku pada mayoritas kata.
-
-
50Rangkuman: Tanda Mu'annats Isim (Perempuan pada Kata Benda)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
51Eps. 23 : Nakirah & Ma'rifah47mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini menjelaskan konsep dasar dalam Ilmu Nahwu, yaitu perbedaan antara kata benda Nakirah (umum/tidak tentu) dan Ma'rifah (khusus/tertentu), serta membahas salah satu jenis Ma'rifah yang paling tinggi, yaitu Alam (nama diri/nama tempat).
1. Nakirah (Kata Benda Tidak Tentu)
-
Definisi: Kata benda (Isim) yang menunjukkan pada sesuatu yang tidak ditentukan (Lā Yadullu 'Alā Syai'in Mu'ayyanin).
-
Ciri Paling Mudah (Sementara): Berakhiran tanwin dan tidak diawali Alif Lām.
-
Contoh:
-
كِتَابٌ (kitābun): Sebuah buku (tidak tahu buku yang mana).
-
مَنْزِلٌ (manzilun): Sebuah rumah (tidak tahu rumah yang mana).
-
رَجُلٌ (rajulun): Seseorang laki-laki (tidak tahu laki-laki yang mana).
-
2. Ma'rifah (Kata Benda Tertentu)
-
Definisi: Kata benda (Isim) yang menunjukkan pada sesuatu yang sudah ditentukan (Yadullu 'Alā Syai'in Mu'ayyanin).
-
Ciri Paling Mudah (Sementara): Diawali Alif Lām atau merupakan nama diri.
-
Contoh:
-
اَلْكِتَابُ (Al-Kitābu): Buku tersebut (buku yang dimaksud sudah jelas).
-
صَدِيْقِيْ (Ṣadīqī): Temanku (sudah jelas teman siapa).
-
3. Alam (Nama Diri/Nama Tempat)
-
Definisi: Isim Ma'rifah yang digunakan untuk menamai orang, tempat, atau benda-benda lain. Alam adalah salah satu jenis Ma'rifah yang paling tinggi karena langsung menunjukkan zat tertentu.
-
Contoh Nama Orang:
-
عَلِيٌّ ('Aliyyun).
-
عَائِشَةُ ('Ā'isyah).
-
-
Contoh Nama Tempat:
-
لُنْدُنُ (Lundunu): London.
-
مِصْرُ (Miṣru): Mesir.
-
أَسْوَانُ (Aswānu): Aswan (nama daerah di Mesir).
-
-
-
52Rangkuman: Nakirah & Ma'rifah5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
53Eps. 24 : Makrifah dengan Alif & Lam33mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas jenis kedua dari Isim Ma'rifah (kata benda tertentu), yaitu Isim yang dijadikan Ma'rifah dengan penambahan partikel اَلْ (Alif dan Lām).
I. Kaidah Utama: Fungsi Alif dan Lām
-
Perubahan Status: Jika partikel Alif dan Lām (اَلْ) masuk ke dalam sebuah Isim Nakirah (kata benda umum), maka Isim Nakirah tersebut secara otomatis berubah menjadi Ma'rifah (tertentu).
-
Contoh: Dari خِزَانَةٌ (khizānatun, lemari umum) menjadi اَلْخِزَانَةُ (Al-Khizānatu, lemari tertentu).
-
-
Kaidah Bentuk: Alif Lām di awal kata tidak bisa bergabung dengan tanwin di akhir kata. Jika Alif Lām dimasukkan, maka harakat tanwin wajib hilang.
II. Perbedaan Makna
Perbedaan antara Nakirah dan Ma'rifah yang disebabkan oleh Alif Lām adalah pada tingkat penentuan:
-
Nakirah: Merujuk pada sesuatu yang tidak ditentukan (a book).
-
Contoh: كِتَابًا (kitāban): Ambil sembarang buku (boleh buku yang mana saja).
-
-
Ma'rifah (dengan Alif Lām): Merujuk pada sesuatu yang sudah ditentukan (the book). Penentuan ini bisa secara pikiran (sudah ada di bayangan) atau karena sudah disebutkan sebelumnya.
-
Contoh: اَلْكِتَابَ (Al-Kitāba): Ambil buku tersebut (buku yang sudah jelas dimaksud).
-
III. Contoh Isim yang Dijadikan Ma'rifah
Bentuk Nakirah (Umum) Bentuk Ma'rifah (Tertentu) Arti كِتَابٌ (kitābun) اَلْكِتَابُ (Al-Kitābu) Buku itu (sudah ditentukan) حِصَانٌ (ḥiṣānun) اَلْحِصَانُ (Al-Ḥiṣānu) Kuda itu مِصْبَاحٌ (miṣbāḥun) اَلْمِصْبَاحُ (Al-Miṣbāḥu) Lampu itu دَوْرَةٌ (dawratun) اَلدَّوْرَةُ (Ad-Dawratu) Giliran itu حَدِيْقَةٌ (ḥadīqatun) اَلْحَدِيْقَةُ (Al-Ḥadīqatu) Kebun itu -
-
54Rangkuman : Makrifah dengan Alif & Lam5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
55Eps. 25 : Dhomir Munfashil (Kata Ganti Terpisah)1j 27mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas tentang Dhomir (Kata Ganti), yang merupakan salah satu jenis Isim Ma'rifah (kata benda tertentu) yang sangat fundamental dalam Bahasa Arab, dengan fokus pada Dhomir Munfashil (Kata Ganti Terpisah).
I. Konsep Dasar Dhomir
-
Definisi: Dhomir adalah Isim Ma'rifah yang menggantikan Isim Zhāhir (kata benda biasa/jelas).
-
Pembagian Fungsi: Dhomir dibagi berdasarkan siapa yang dibicarakan:
-
Mutakallim (Orang Pertama/Pembicara): Saya dan Kami.
-
Mukhāṭab (Orang Kedua/Lawan Bicara): Kamu.
-
Ghā'ib (Orang Ketiga/Yang Tidak Hadir): Dia.
-
II. Dhomir Munfashil (Kata Ganti Terpisah)
-
Dhomir Munfashil adalah Dhomir yang dapat diucapkan sendirian, tidak tersambung dengan kata lain, dan seluruhnya bersifat mabni (tidak berubah harakat akhirnya).
-
Dhomir Munfashil dibagi menjadi dua kelompok besar berdasarkan jabatan (i'rāb) dalam kalimat, yaitu Rafa' dan Nashab.
A. Dhomir Munfashil Rafa' (Berposisi sebagai Mubtada')
Kelompok ini umumnya digunakan sebagai Mubtada' (subjek di awal kalimat) dan seluruhnya berada di posisi Rafa' (Fi Maḥalli Raf'in).
Golongan Tunggal (1) Ganda (2) Jamak (3+) Gha'ib (Laki-laki) هُوَ (Hua, Dia) هُمَا (Humā, Mereka berdua) هُمْ (Hum, Mereka) Gha'ibah (Perempuan) هِيَ (Hiya, Dia) هُمَا (Humā, Mereka berdua) هُنَّ (Hunna, Mereka) Mukhāṭab (Laki-laki) أَنْتَ (Anta, Kamu) أَنْتُمَا (Antumā, Kalian berdua) أَنْتُمْ (Antum, Kalian) Mukhāṭabah (Perempuan) أَنْتِ (Anti, Kamu) أَنْتُمَا (Antumā, Kalian berdua) أَنْتُنَّ (Antunna, Kalian) Mutakallim (L/P) أَنَا (Anā, Saya) نَحْنُ (Naḥnu, Kami) نَحْنُ (Naḥnu, Kami) Contoh: أَنَا مُجْتَهِدٌ (Anā mujtahidun - Saya bersungguh-sungguh)
B. Dhomir Munfashil Nashab (Berposisi sebagai Maf'ūl bih)
Kelompok ini selalu diawali dengan إِيَّا (Iyyā) dan umumnya digunakan sebagai Maf'ūl bih (objek) yang didahulukan (Muqaddam), dan seluruhnya berada di posisi Nashab (Fi Maḥalli Naṣbin).
Golongan Tunggal (1) Ganda (2) Jamak (3+) Gha'ib (Laki-laki) إِيَّاهُ (Iyyāhu) إِيَّاهُمَا (Iyyāhumā) إِيَّاهُمْ (Iyyāhum) Gha'ibah (Perempuan) إِيَّاهَا (Iyyāhā) إِيَّاهُمَا (Iyyāhumā) إِيَّاهُنَّ (Iyyāhunna) Mukhāṭab (Laki-laki) إِيَّاكَ (Iyyāka) إِيَّاكُمَا (Iyyākumā) إِيَّاكُمْ (Iyyākum) Mukhāṭabah (Perempuan) إِيَّاكِ (Iyyāki) إِيَّاكُمَا (Iyyākumā) إِيَّاكُنَّ (Iyyākunna) Mutakallim (L/P) إِيَّايَ (Iyyāya) إِيَّانَا (Iyyānā) إِيَّانَا (Iyyānā) Contoh: إِيَّاكَ نَعْبُدُ (Iyyāka na'budu - Hanya kepada-Mu kami menyembah), di mana إِيَّاكَ berposisi sebagai objek yang didahulukan.
-
-
56Rangkuman: Dhomir Munfashil (Kata Ganti Terpisah)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
57Eps. 26 : Dhomir Muttashil (Kata Ganti Tersambung)1j 16mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas tentang Ad-Dhomīr Al-Muttaṣil (Kata Ganti Tersambung), yaitu jenis kata ganti dalam bahasa Arab yang tidak bisa diucapkan sendirian dan harus selalu bersambung atau menempel dengan kata lain (baik fi'il, isim, maupun huruf).
Definisi dan Sifat Utama
-
Definisi: Dhomir Muttaṣil adalah dhomir yang tidak bisa diucapkan sendirian dan selalu bersambung dengan kata lain.
-
Sifat Dhomir: Sama seperti dhomir lainnya, semua Dhomir Muttaṣil bersifat mabni (tidak berubah harakat akhirnya), sehingga i'rab-nya menggunakan kedudukan (i'rab maḥallī).
Pembagian Dhomir Muttaṣil Berdasarkan Kedudukan (I'rāb)
Dhomir Muttaṣil dibagi menjadi tiga kelompok utama berdasarkan kedudukannya dalam kalimat:
1. Dhomir Muttaṣil Rafa'
-
Menempel pada: Kata kerja (Fi'il).
-
Jabatan: Selalu berfungsi sebagai Fā'il (Pelaku/Subjek).
-
Contoh Dhomir:
-
ت (tā' Fā'il) seperti pada kata سَافَرْتُ (saya telah pergi).
-
نَا (untuk kami) seperti pada kata نَذْهَبُ (kami pergi).
-
ا (Alif Tatsniyah) seperti pada kata اِنْتَصَرَا (mereka berdua menang).
-
و (Wawu Jamā'ah) seperti pada kata اَحْرِصُوا (jagalah kalian).
-
ي (Yā' Mukhāṭabah) dan نَ (Nūn Niswah).
-
2. Dhomir Muttaṣil Naṣab
-
Menempel pada: Kata kerja (Fi'il) atau huruf Nāṣib (seperti Inna dan saudara-saudarinya).
-
Jabatan: Berfungsi sebagai Maf'ūlun Bihi (Objek).
-
Contoh Dhomir: Dhomir-dhomir ini merupakan turunan dari Dhomir Munfaṣil Naṣab (contoh: iyyāka, iyyāhu) dengan membuang kata iyya.
-
ي (Yā' Mutakallim)
-
ك (Kāf Mukhāṭab)
-
ه (Hā' Ghā'ib)
-
نَا (untuk kami)
-
3. Dhomir Muttaṣil Jarr
-
Menempel pada: Kata benda (Isim) atau huruf Jarr (Ḥarf Jarr).
-
Jabatan: Berfungsi sebagai Muḍāf Ilaih (ketika menempel pada isim) atau Isim Majrūr (ketika menempel pada ḥarf jarr).
-
Contoh Dhomir: Kelompok dhomir ini sama dengan kelompok Naṣab (ي, ك, ه, نَا), namun kedudukannya berbeda.
-
Contoh menempel pada isim: مِعْطَفِي (mantelku).
-
Contoh menempel pada ḥarf jarr: لَكِ (untukmu).
-
Keseluruhan materi menekankan pentingnya menghafal skema tasrif dhomir secara menyeluruh, karena pemahaman dhomir muttasil akan lebih mudah jika sudah menguasai dhomir munfaṣil (terpisah).
-
-
58Rangkuman: Dhomir Muttashil (Kata Ganti Tersambung)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
59Eps. 27 : Dhomir Mustatir (Kata Ganti Tersembunyi)1j 3mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas jenis dhomir (kata ganti) ketiga, yaitu Dhomir Mustatir (tersembunyi/tidak tampak), yang merupakan konsep yang cukup penting dan rumit dalam ilmu Nahwu.
I. Konsep Dasar
-
Definisi: Dhomir Mustatir adalah kata ganti yang tidak tampak (lā yaẓhar) dalam ucapan (lafadz) maupun tulisan, namun keberadaannya wajib diperkirakan (taqdir) karena setiap kata kerja (fi'il) harus memiliki pelaku (fā'il).
-
Penting: Untuk memahami materi ini, disarankan untuk menguasai terlebih dahulu konsep Jumlah Ismiyyah dan Jumlah Fi’liyyah.
-
Kedudukan I'rāb: Dhomir Mustatir selalu menempati kedudukan Rafa' (fī maḥalli raf'in) sebagai Fā'il (Pelaku).
II. Tempat Keberadaan Dhomir Mustatir
Dhomir Mustatir hanya ditemukan menempel pada Fi'il (kata kerja), dan pembagiannya tergantung pada jenis fi'il tersebut:
-
Fi'il Māḍī (Kata Kerja Lampau):
-
Dhomir Mustatir hanya ada pada dua dhomir: هُوَ (huwa) dan هِيَ (hiya).
-
Contoh: اَلْجَمَلُ بَرَكَ (Unta itu telah berlutut). Dhomir mustatirnya adalah هُوَ yang tersembunyi setelah بَرَكَ, kembali kepada اَلْجَمَلُ (Unta).
-
-
Fi'il Muḍāri' (Kata Kerja Sekarang/Akan Datang):
-
Dhomir Mustatir hanya ada pada lima dhomir: أَنَا (anā), نَحْنُ (naḥnu), أَنْتَ (anta), هُوَ (huwa), dan هِيَ (hiya).
-
Contoh: نُحِبُّ النَّجَاحَ (Kami menyukai kesuksesan). Dhomir mustatirnya adalah نَحْنُ yang tersembunyi setelah نُحِبُّ.
-
-
Fi'il Amr (Kata Kerja Perintah):
-
Dhomir Mustatir hanya ada pada satu dhomir: أَنْتَ (anta).
-
Contoh: عَظِّمِ اْلكَبِيرَ (Hormatilah orang yang lebih tua). Dhomir mustatirnya adalah أَنْتَ yang tersembunyi setelah عَظِّمِ.
-
III. Pembagian Berdasarkan Wajib atau Boleh Tersembunyi
Secara umum, dhomir mustatir dibagi menjadi dua:
-
Wājib al-Istītār (Wajib Tersembunyi): Dhomir yang wajib disembunyikan dan tidak boleh ditampakkan (meliputi dhomir: أَنَا, نَحْنُ, dan أَنْتَ).
-
Jā’iz al-Istītār (Boleh Tersembunyi): Dhomir yang boleh disembunyikan atau ditampakkan sebagai Ism Ẓāhir (meliputi dhomir: هُوَ dan هِيَ).
IV. Contoh Praktis
-
Menganalisis Kalimat: Dalam kalimat seperti زَيْنَبُ دَاعَبَتْ (Zainab telah mencumbu), kata زَيْنَبُ adalah Mubtadā' (subjek awal kalimat), dan دَاعَبَتْ adalah Fi'il. Fā'il-nya adalah Dhomir Mustatir هِيَ yang tersembunyi, kembali kepada زَيْنَبُ. Gabungan Fi'il dan Fā'il ini menjadi Khobar (predikat) untuk Mubtadā'.
-
-
60Rangkuman: Dhomir Mustatir (Kata Ganti Tersembunyi)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
61Eps. 28 : Isim Mawshul (Kata yang Disambung)1j 30mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas Bab 28 dari kitab Nahwu Wadhih Jilid 2 mengenai Isim Mawshul (Kata Sambung/Kata Penghubung), yang merupakan salah satu jenis Isim Ma'rifah (kata benda pasti) dalam Bahasa Arab.
I. Komponen Kalimat Isim Mawshul
Isim Mawshul adalah Isim yang maknanya tidak akan jelas kecuali disambungkan dengan kalimat lain setelahnya. Kalimat yang mengandung Isim Mawshul selalu terdiri dari tiga komponen utama:
-
Isim Mawshul: Kata penghubung itu sendiri (diartikan "yang").
-
Silah al-Mawshūl (Silah): Kalimat lengkap yang datang segera setelah Isim Mawshul dan berfungsi menjelaskan maknanya. Silah tidak memiliki kedudukan I'rāb (penghukuman).
-
'Ā'id (Kata Ganti Penghubung): Sebuah dhomir (kata ganti) yang terkandung di dalam kalimat Silah dan wajib kembali (merujuk) kepada Isim Mawshul untuk mengikat makna keduanya. 'Ā'id harus sesuai dalam jenis (muzakkar/laki-laki atau mu'annats/perempuan) dan jumlah (mufrad, mutsannā, jama').
II. Pembagian Isim Mawshul
Isim Mawshul dibagi menjadi dua kelompok utama:
A. Isim Mawshul Khāṣṣ (Khusus)
Isim yang spesifik merujuk pada jenis dan jumlah tertentu:
Isim Mawshul Jenis dan Jumlah Contoh 'Ā'id yang Kembali اَلَّذِي (alladzī) Tunggal Laki-laki غَلَبْتُ اَّلذِي غَلَبَنِي (Aku mengalahkan yang mengalahkanku) Dhomir Mustatir هُوَ اَلَّتِي (allatī) Tunggal Perempuan سَافَرَتْ اَّلَّتِي كَانَتْ بَيْنَنَا (Telah bepergian perempuan yang di antara kami) Dhomir Mustatir هِيَ اَلَّذَانِ (alladhānī) Ganda Laki-laki اَلطَّالِبَانِ اَّلَّذَانِ سَافَرَا (Dua murid L yang bepergian) اَلِفُ اْلاِثْنَيْنِ (Alif Ganda) اَلَّتَانِ (allatānī) Ganda Perempuan اَلَّذِيْنَ (alladzīna) Jamak Laki-laki أُكْرِمُ اَّلذِيْنَ يُعَلِّمُونِي (Aku muliakan orang-orang L yang mengajariku) وَاوُ الْجَمَاعَةِ (Wau Jama') اَللَّاتِي (al-lātī) Jamak Perempuan رَأَيْتُ اللَّاتِي يَعْمَلْنَ (Aku melihat perempuan-perempuan yang bekerja) نُونُ النِّسْوَةِ (Nun Niswah) B. Isim Mawshul 'Ām (Umum)
Isim yang dapat digunakan untuk semua jumlah dan jenis (mufrad, mutsannā, jama', muzakkar, mu'annats):
Isim Mawshul Fungsi Contoh Makna مَنْ (man) Untuk yang berakal (Manusia) أَحْسِنْ إِلَى مَنْ أَحْسَنَ إِلَيْكَ (Berbuat baiklah kepada siapapun yang berbuat baik padamu) Siapapun yang... مَا (mā) Untuk yang tidak berakal (Benda) لَا تَأْكُلْ مَا لَا تَسْتَطِيْعُ مَضْغَهُ (Jangan makan apapun yang tidak dapat kamu kunyah) Apapun yang... III. Status I'rāb
-
Sebagian besar Isim Mawshul berstatus Mabnī (tetap), artinya harakat akhirnya tidak berubah.
-
Pengecualian: اَلَّذَانِ dan اَلَّتَانِ berstatus Mu'rab (berubah) karena mengikuti hukum I'rāb Mutsannā (ganda), yaitu:
-
Rafa' dengan Alif (اَلَّذَانِ)
-
Nashab dan Jarr dengan Yā' (اَلَّذَيْنِ)
-
-
-
62Rangkuman: Isim Mawshul (Kata yang Disambung)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
63Eps. 29 : Isim Isyarah (Kata Tunjuk)1j 5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas Bab 29 dari kitab Nahwu Wadhih Jilid 2 mengenai Isim Isyarah (Kata Tunjuk), salah satu dari jenis Isim Ma'rifah (kata benda pasti).
I. Definisi dan Fungsi
Isim Isyarah adalah kata benda yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang telah ditentukan (muayyan) atau yang ditunjuk (musyār ilaih). Karena merujuk pada objek yang pasti, Isim Isyarah digolongkan sebagai Ism Ma'rifah.
II. Pembagian Isim Isyarah Jarak Dekat
Video ini fokus pada Isim Isyarah yang digunakan untuk menunjuk objek jarak dekat (al-Qarīb).
Isim Isyarah Jenis & Jumlah Contoh Penggunaan ذَا (dzā) atau هَذَا (hādzā) Tunggal Laki-laki (Mufrad Mudzakkar) هَذَا رَجُلٌ شَرِيفٌ. (Ini seorang laki-laki yang mulia.) ذِي (dzī), ذِهِ (dzihī), atau هَذِهِ (hādzihī) Tunggal Perempuan (Mufrad Mu'annats) هَذِهِ مُرَبِّيَةٌ تَعْتَنِي بِأَوْلَادِهَا. (Ini seorang pendidik P yang memperhatikan anak-anaknya.) ذَانِ (dzānī) atau هَذَانِ (hādzānī) Ganda Laki-laki (Mutsannā Mudzakkar) هَذَانِ مُؤَدَّبَانِ. (Ini dua orang L yang beradab.) تَانِ (tānī) atau هَاتَانِ (hātānī) Ganda Perempuan (Mutsannā Mu'annats) هَاتَانِ خَبِيرَتَانِ. (Ini dua orang P yang ahli.) أُولَاءِ (ūlā'i) atau هَؤُلَاءِ (hā'ulā'i) Jamak Berakal (Laki-laki & Perempuan) هَؤُلَاءِ تَلَامِيذُ نَاجِحُونَ. (Ini para murid yang sukses.) Catatan Penting:
-
Huruf Hā' At-Tanbīh (ه): Huruf hā (seperti pada هَذَا) berfungsi untuk menarik perhatian atau memancing pendengar. Jika tidak menggunakan hā, maknanya tidak berubah, namun penggunaannya lebih umum untuk menarik perhatian.
-
Jamak Tidak Berakal: Ketika menunjuk kata benda jamak yang tidak berakal (seperti اَلْكُتُبُ / buku-buku), digunakan Isim Isyarah untuk tunggal perempuan, yaitu هَذِهِ (هَذِهِ كُتُبٌ).
III. Status I'rāb (Hukum Gramatikal)
-
Hukum Umum: Sebagian besar Isim Isyarah berstatus مَبْنِيٌّ (mabnī, tetap), yang artinya harakat akhirnya tidak berubah meskipun kedudukannya dalam kalimat berubah. I'rāb dilakukan dengan menggunakan istilah fī maḥalli (berada pada posisi/kedudukan).
-
Contoh: هَذَا pada رَأَيْتُ هَذَا. (Hādzā adalah maf'ūlun bihī (objek) yang mabnī 'alā as-sukūn fī maḥalli naṣbin).
-
-
Pengecualian (Mu'rab): Isim Isyarah yang menunjukkan ganda (ذَانِ dan تَانِ) diperlakukan seperti Mutsannā (kata ganda) biasa, yang artinya:
-
Berada dalam kedudukan Rafa' dengan Alif (ذَانِ / تَانِ).
-
Berada dalam kedudukan Naṣb dan Jarr dengan Yā' (ذَيْنِ / تَيْنِ).
-
Contoh: هَذَانِ pada أَكْرَمْتُ هَذَيْنِ. (Hādzainī adalah maf'ūlun bihī yang manṣūbun bi al-Yā’ li annahu Mutsannā).
-
-
-
64Rangkuman: Isim Isyarah (Kata Tunjuk)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
65Eps. 30 : Na'ib Fa'il (Pengganti Pelaku)1j 19mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas Bab 30 dari kitab Nahwu Wadhih Jilid 2, yang berfokus pada konsep Nā'ib Al-Fā'il (Pengganti Pelaku) dalam struktur kalimat pasif.
I. Definisi dan Fungsi Utama
-
Definisi: Nā'ib Al-Fā'il adalah kata benda (Ism) yang marfū' (berstatus Rafa' / dammah) yang mengambil posisi atau menempati tempat (maḥal) dari Fa'il (pelaku) yang telah dihapus atau tidak diketahui (majḥūl).
-
Peran: Ia adalah objek (Maf'ūl Bih) dari kalimat aktif yang kemudian diubah menjadi subjek pasif (pengganti pelaku) setelah pelaku aslinya dibuang.
II. Perubahan Bentuk Kata Kerja (Fi'il)
Untuk membentuk Nā'ib Al-Fā'il, kata kerja (Fi'il) dalam kalimat aktif (Mabnī Lil Ma'lūm) harus diubah menjadi bentuk pasif (Mabnī Lil Majhūl) dengan kaidah sebagai berikut:
Jenis Fi'il Kaidah Perubahan Contoh Lampau (Fi'il Māḍī) Huruf pertama di-ḍammah (u), dan huruf sebelum terakhir di-kasrah (i). $text{فَتَحَ}$ (fataḥa / membuka) menjadi $text{فُتِحَ}$ (futiḥa / dibuka). Sekarang (Fi'il Muḍāri') Huruf pertama di-ḍammah (yu), dan huruf sebelum terakhir di-fatḥah (a). $text{يَجْمَعُ}$ (yajma'u / mengumpulkan) menjadi $text{يُجْمَعُ}$ (yujma'u / dikumpulkan). III. Hukum Gramatikal (I'rāb)
-
Status I'rāb: Nā'ib Al-Fā'il harus selalu dalam keadaan Rafa' (Marfū'), sama seperti hukum Fa'il yang digantikannya.
-
Kesepakatan Gender: Fi'il Mabnī Lil Majhūl harus mengikuti jenis (mudzakkar/mu'annats) dari Nā'ib Al-Fā'il yang mengikutinya.
-
-
66Rangkuman: Na'ib Fa'il (Pengganti Pelaku)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
67Eps. 31 - Fi'il Istimrar & Ma Dama (Terus & Selama)1j 21mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas Bab 31 dari kitab Nahwu Wadhih Jilid 2 mengenai Kata Kerja Istimrār (terus-menerus) dan Mā Dāma (selama), yang berfungsi seperti saudara-saudara Kāna (Kānā wa Akhawātuhā).
-
Fungsi: Kata kerja ini masuk pada mubtada (subjek) dan khabar (predikat), lalu merafakkan mubtada (disebut Isim-nya) dan menashabkan khabar (disebut Khabar-nya).
-
Kelompok Istimrār (Terus Menerus/Masih): Terdiri dari Mā Zāla, Mā Bariḥa, Mā Fati'a, dan Mā Infakka.
-
Syarat: Keempat kata kerja ini wajib didahului oleh Adāt Nafi (peniadaan) seperti Mā atau Lā agar bermakna Istimrār (terus-menerus/masih).
-
-
Kelompok Muddah (Durasi Waktu): Terdiri dari Mā Dāma.
-
Syarat: Kata ini wajib didahului oleh Mā Masdarīyah Ẓarfiyah (Mā yang bermakna keterangan waktu/selama) dan berfungsi menjelaskan durasi waktu dari pekerjaan yang disebutkan di kalimat sebelumnya.
-
-
Bentuk Fi'il: Kata kerja Istimrār dapat berupa Fi'il Māḍī (lampau) maupun Fi'il Muḍāri' (sekarang), dengan makna yang sama-sama menunjukkan terus berlangsung. Khusus Mā Dāma hanya digunakan dalam bentuk Fi'il Māḍī.
-
-
68Rangkuman: Fi'il Istimrar & Ma Dama (Terus & Selama)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
69Eps. 32 : Maf'ul Muthlaq (Keterangan Penegasan)1j 25mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas Bab 32 dari kitab Nahwu Wadhih Jilid 2, yaitu tentang Maf'ul Mutlaq (Keterangan Penegasan).
Inti Pembahasan:
-
Definisi dan Ciri-Ciri:
-
Maf'ul Mutlaq adalah Ism (Kata Benda) yang selalu berstatus Manṣūb (Nashab).
-
Ciri utamanya adalah Maf'ul Mutlaq diambil dari lafaz atau akar kata (Masdar) yang sama dengan Fi'il (Kata Kerja) yang mendahuluinya.
-
Ia berfungsi sebagai keterangan tambahan yang dimasukkan ke dalam kalimat yang sudah sempurna (Fi'il dan Fā'il).
-
-
Tiga Fungsi Utama Maf'ul Mutlaq:
-
Penegasan Makna (Taukīd/Ta'kīd): Untuk memperkuat makna kejadian atau perbuatan yang terkandung dalam Fi'il.
-
Contoh: {لَعِبَ حَسَنٌ لَعْبًا} (Hasan benar-benar bermain).
-
-
Penjelasan Jenis (Bayan an-Nau'i): Untuk menjelaskan macam, sifat, atau jenis dari perbuatan tersebut. Biasanya diikuti oleh Na'at (Sifat) atau Muḍāf Ilaihi (Kata Keterangan Tambahan).
-
Contoh: {يَسِيْرُ الْقِطَارُ سَيْرَ السَّحَابِ} (Kereta berjalan dengan cara berjalan seperti awan/pelan).
-
-
Penjelasan Jumlah/Bilangan (Bayan al-'Adad): Untuk menjelaskan berapa kali perbuatan itu terjadi. Seringkali menggunakan Masdar yang diakhiri dengan Tā' Marbūṭah {ة} atau bentuk Taṡniyah (dua kali) dan Jamak (banyak kali).
-
Contoh: تَدُورُ الْأَرْضُ دَوْرَةً وَاحِدَةً}(Bumi berputar satu kali putaran).
-
-
Video ini juga mengulas perbedaan antara Maf'ul Mutlaq dan Maf'ul Bihī (Objek), di mana Maf'ul Mutlaq memiliki akar kata yang sama dengan Fi'il-nya, sementara Maf'ul Bihī tidak. Selain itu, ada sedikit ulasan koreksi materi sebelumnya tentang Kāna wa Akhawātuhā terkait Fi'il Tāmm (Sempurna) yang memiliki Fā'il dan Fi'il Nāqiṣ (Kurang) yang memiliki Ism dan Khabar.
-
-
70Rangkuman: Maf'ul Muthlaq (Keterangan Penegasan)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
71Eps. 33 : Maf'ul Li Ajlih (Keterangan Tujuan)1j 5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas Bab 33 dari kitab Nahwu Wadhih Jilid 2, yaitu tentang Maf'ūl Li Ajlih (Keterangan Tujuan/Alasan).
Inti Pembahasan:
-
Definisi: Maf'ūl Li Ajlih adalah Ism (Kata Benda) yang berstatus Manṣūb (Nashab) dan berfungsi sebagai Maṣdar (Maṣdar Qalbī/akar kata yang muncul dari perbuatan hati) yang menjelaskan tujuan atau alasan terjadinya suatu perbuatan (Fi'il) yang disebutkan sebelumnya.
-
Fungsi: Ia diletakkan dalam kalimat sempurna sebagai keterangan tambahan untuk menjawab pertanyaan "Mengapa?" (Limāḍā) atau "Untuk apa?" perbuatan itu dilakukan.
-
Ciri-ciri Umum: Biasanya berbentuk Maṣdar yang bertanwin fatḥatain (nashab) dan maknanya terkait dengan perasaan, niat, atau motivasi yang muncul dari hati, seperti rasa cinta, takut, hormat, atau mencari keridaan.
Contoh-contoh yang Diberikan:
-
{يُسَافِرُ الطُّلَّابُ إِلَى أُورُوبَّا طَلَبًا لِلْعِلْمِ} (Pelajar-pelajar bepergian ke Eropa untuk menuntut ilmu).
-
{طَلَبًا} (thalaban) adalah Maf'ūl Li Ajlih yang menjelaskan tujuan bepergian.
-
-
أَعْفُو عَنِ الْجَاهِلِ حِلْمًا} (Aku memaafkan orang bodoh karena kasihan/lemah lembut).
-
{حِلْمًا} (hilman) adalah Maf'ūl Li Ajlih yang menjelaskan alasan memaafkan.
-
-
{أَقُومُ إِحْتِرَامًا لِلْأُسْتَاذِ} (Aku berdiri untuk menghormati guru).
-
{إِحْتِرَامًا} (iḥtirāman) adalah Maf'ūl Li Ajlih yang menjelaskan tujuan berdiri.
-
Materi ini menekankan pentingnya memahami fungsi kata dalam kalimat bahasa Arab agar dapat menerjemahkan makna "untuk" atau "karena" meskipun kata tersebut tidak didahului oleh Ḥarf Jarr (preposisi).
-
-
72Rangkuman: Maf'ul Li Ajlih (Keterangan Tujuan)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
73Eps. 34 : Zharf Zaman & Makan (Keterangan Waktu & Tempat)56mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas Bab 34 dari kitab Nahwu Wadhih Jilid 2, yaitu tentang Ẓarf Zamān (Keterangan Waktu) dan Ẓarf Makān (Keterangan Tempat), yang secara umum dikenal juga sebagai Maf'ūl Fīh.
Inti Pembahasan:
-
Definisi: Ẓarf adalah Ism (Kata Benda) yang berstatus Manṣūb (Nashab) dan berfungsi sebagai keterangan tambahan yang menjelaskan waktu atau tempat terjadinya suatu perbuatan (Fi'il).
-
Syarat Wajib: Suatu kata (Ism) dapat di-i'rāb sebagai Ẓarf jika memenuhi tiga syarat: harus berupa Ism, harus berstatus Manṣūb (Nashab), dan harus menunjukkan waktu atau tempat yang terkait dengan Fi'il (perbuatan) dalam kalimat.
-
Fungsi Penerjemahan: Karena Ẓarf sudah mengandung makna "di" atau "pada", tidak ada Ḥarf Jarr (preposisi) yang mendahuluinya dalam bahasa Arab, meskipun dalam terjemahan bahasa Indonesia ditambahkan kata "di" atau "pada".
Contoh-contoh Kunci:
-
Ẓarf Zamān (Keterangan Waktu): Menjelaskan kapan atau berapa lama perbuatan itu terjadi.
-
{مَكَثْتُ فِي الْإِسْكَنْدَرِيَّةِ شَهْرًا} (Aku tinggal di Iskandaria selama sebulan).
-
{شَهْرًا} (Syahran): menjelaskan durasi waktu (Mansūb).
-
-
{تُوقَدُ الْمَصَابِيحُ لَيْلًا} (Lampu-lampu dinyalakan di malam hari).
-
{لَيْلًا} (Lailan): menjelaskan waktu (Mansūb).
-
-
-
Ẓarf Makān (Keterangan Tempat): Menjelaskan tempat atau jarak terjadinya perbuatan.
-
{وَقَفْنَا أَمَامَ الْمِرْآةِ} (Kami berdiri di depan cermin).
-
{أَمَامَ} (Amāma): menjelaskan tempat (Mansūb).
-
-
{يَجْرِي الْفَرَسُ مِيلًا} (Kuda itu berlari sejauh satu mil).
-
{مِيلًا} (Mīlan): menjelaskan jarak (Mansūb).
-
-
-
-
74Rangkuman: Zharf Zaman & Makan (Keterangan Waktu & Tempat)Text lessonThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.