الْبَلَاغَة الْمُيَسَّرَة (Balaghah Muyassarah - Memahami Sastra Arab dengan Mudah)
- Deskripsi
- Kurikulum
- Reviews
Menguasai Rahasia Keindahan Sastra Al-Qur’an dan Bahasa Arab dalam 12 Sesi
Selamat datang di kursus Balaghah Express, sebuah perjalanan intensif untuk memahami Ilmu Balaghah secara sistematis, mendalam, namun tetap praktis. Kursus ini dirancang khusus bagi para penuntut ilmu, akademisi, dan pencinta bahasa Arab yang ingin menyelami estetika bahasa Arab melampaui sekadar tata bahasa (Nahwu dan Shorof).
Melalui kursus ini, Anda tidak hanya belajar cara menyusun kalimat yang benar, tetapi cara menyusun kalimat yang indah, tepat sasaran, dan memiliki jiwa.
Apa yang Akan Anda Pelajari?
Kursus ini mencakup tiga pilar utama Ilmu Balaghah yang akan membedah rahasia di balik mukjizat bahasa Al-Qur’an:
1. Ilmu Al-Ma’ani (Estetika Struktur Kalimat)
Mempelajari bagaimana menyelaraskan kalimat dengan situasi dan kondisi (Muktadhal Hal). Anda akan memahami kapan harus menggunakan kalimat singkat (I’jaz), kapan harus panjang lebar (Ithnab), serta rahasia di balik kalimat perintah, larangan, dan penguatan (Taukid).
2. Ilmu Al-Bayan (Seni Penyampaian Makna)
Mempelajari berbagai cara menyampaikan satu makna dengan gaya yang berbeda-beda.
-
Tasybih: Seni penyerupaan/metafora.
-
Majaz: Penggunaan kata di luar makna aslinya untuk kedalaman rasa.
-
Kinayah: Seni menyindir atau mengungkapkan sesuatu secara implisit namun elegan.
3. Ilmu Al-Badi’ (Seni Menghias Kalimat)
Mempelajari ornamen bahasa, baik dari segi lafaz (bunyi) maupun makna.
-
Muhassinat Lafdziyah: Keindahan rima dan bunyi seperti Saja’ dan Jinas.
-
Muhassinat Maknawiyah: Keindahan logika dan kontras makna seperti Thibaq, Tauriyah, hingga Uslubul Hakim (Gaya Bahasa Bijak).
Detail Kurikulum (12 Sesi Utama)
Kursus ini dibagi menjadi 12 modul pembelajaran yang saling berkesinambungan:
-
Sesi 1-4: Fondasi Balaghah, Ilmu Ma’ani, gaya bahasa Khabari dan Insya’i.
-
Sesi 5-8: Eksplorasi Ilmu Bayan (Tasybih, Majaz Mursal, Isti’arah, dan Kinayah).
-
Sesi 9-10: Strategi Kalimat (I’jaz, Ithnab, Musawah) dan pengantar Ilmu Badi’.
-
Sesi 11-12: Puncak Ilmu Badi’ (Muhassinat Maknawiyah), teknik Iltifat, Mubalaghah, hingga Laffu wan Nasyr.
Keunggulan Kursus Ini
-
Metode Express: Materi yang biasanya dipelajari berbulan-bulan di universitas, diringkas secara padat tanpa mengurangi esensi.
-
Berbasis Dalil: Setiap teori disertai contoh langsung dari ayat Al-Qur’an dan syair-syair Arab klasik.
-
Latihan Aplikatif: Disertai soal-soal evaluasi di setiap akhir sesi untuk menguji pemahaman Anda.
-
Sistematis: Disusun mulai dari dasar hingga teknik tingkat tinggi dalam sastra Arab.
Untuk Siapa Kursus Ini?
-
Mahasiswa & Santri yang ingin memperdalam kemampuan membaca teks Arab klasik (Kitab Kuning).
-
Guru & Pengajar Bahasa Arab yang ingin memperkaya materi pengajaran dengan aspek sastra.
-
Pencinta Al-Qur’an yang ingin merasakan langsung mukjizat bahasa dalam setiap ayat yang dibaca.
-
Penulis & Orator yang ingin meningkatkan bobot retorika dalam penyampaian pesan.
-
1Eps.1 - Balagah dan Fashohah1j 25m
Video ini menyajikan sesi pertama dari program "Balaghah Express" yang diselenggarakan oleh KUBA (Kursus Unggulan Bahasa Arab). Materi dalam video ini berfokus pada pengenalan dasar ilmu Balaghah dan Fashahah, yang disampaikan oleh Ustaz Abdur Rabbani.
Pembahasan mencakup definisi balaghah secara bahasa dan istilah, tujuan mempelajarinya, serta sejarah singkat kodifikasi ilmu balaghah dari masa ke masa. Selain itu, dijelaskan pula mengenai tiga cabang utama ilmu balaghah, yaitu ilmu ma’ani, ilmu bayan, dan ilmu badi’, serta kriteria kefasihan (fashahah) dalam sebuah kata maupun kalimat.
Berikut adalah contoh penerapan kalimat dalam bahasa Arab terkait materi tersebut:
-
Contoh Balaghah dalam kalimat: الْعِلْمُ نُورٌ (Ilmu adalah cahaya)
-
Contoh Fashahah (Kefasihan): أَرْسَلَ الْحَاكِمُ عُيُونَهُ فِي الْمَدِينَةِ (Penguasa itu menyebarkan mata-matanya di kota) — Menggunakan kata "أَعْيُن" (mata) untuk intelijen dianggap lebih fasih daripada kata "أَلْسِنَة" (lidah).
-
-
2Rangkuman Eps. 1 - Balaghah dan Fashohah5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
3Eps. 2 - Tasybih Perumpamaan1j 32mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini merupakan sesi pembelajaran kedua dari seri Balaghah Express yang dibawakan oleh Ustaz Abdur Rabbani. Materi utama dalam video ini berfokus pada cabang Ilmu Bayan, khususnya mengenai Tasybih atau seni perumpamaan dalam sastra Arab.
Dalam video tersebut, dijelaskan secara mendalam tentang rukun-rukun tasybih, berbagai sudut pandang pembagiannya (seperti dari segi indrawi, jumlah, dan kejelasan), hingga tujuan digunakannya tasybih dalam sebuah ungkapan. Penjelasan disampaikan dengan interaktif melalui latihan soal untuk menentukan unsur-unsur perumpamaan dalam ayat Al-Qur'an, hadis, maupun syair Arab.
Berikut adalah beberapa contoh penggunaan tasybih dalam bahasa Arab yang dibahas dalam video tersebut:
-
Tasybih Mufassal (Perumpamaan yang rinci rukunnya): محمدٌ كالبحرِ في الجودِ (Muhammad seperti lautan dalam kedermawanannya)
-
Tasybih Baligh (Perumpamaan tingkat tinggi/singkat): خالدٌ أسدٌ (Khalid adalah singa)
-
Contoh dari Al-Qur'an (Tasybih Mujmal): يومَ يكونُ الناسُ كالفراشِ المبثوثِ (Pada hari itu manusia seperti laron yang berterbangan)
-
Contoh Tasybih Maqlub (Perumpamaan yang dibalik): كأنَّ نورَ النهارِ جَبينُه (Seakan-akan cahaya siang adalah dahi/wajahnya)
Video ini sangat berguna bagi penuntut ilmu yang ingin memahami bagaimana satu makna dapat diungkapkan dengan berbagai gaya bahasa yang indah dan menyentuh dalam bahasa Arab.
-
-
4Rangkuman Eps.2 - Tasybih Perumpamaan5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
5Eps. 3 - Hakikat dan Majaz1j 13mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini merupakan rekaman sesi pembelajaran Balaghah Express Sesi 3 yang dibawakan oleh Ustaz Abdur Rabbani. Materi dalam video ini berfokus pada pembahasan dasar mengenai Al-Haqiqah (Makna Hakiki) dan Al-Majaz (Makna Kiasan), yang merupakan pintu gerbang utama dalam memahami Ilmu Bayan.
Ustaz menjelaskan perbedaan mendasar antara penggunaan kata sesuai dengan makna aslinya di dalam kamus (Haqiqah) dan penggunaan kata untuk makna lain karena adanya keterkaitan tertentu (Majaz). Video ini juga membedah syarat-syarat sebuah kalimat dapat dikategorikan sebagai Majaz, yaitu adanya hubungan (Alaqah) dan tanda yang menghalangi makna asli (Qarinah).
Berikut adalah contoh penggunaan Haqiqah dan Majaz yang dibahas:
-
Makna Haqiqah (Makna Asli): رَأَيْتُ أَسَدًا فِي الْغَابَةِ (Aku melihat singa di hutan) Kata singa di sini bermakna asli, yaitu hewan buas.
-
Makna Majaz (Makna Kiasan): رَأَيْتُ أَسَدًا يَخْطُبُ عَلَى الْمِنْبَرِ (Aku melihat singa berkhutbah di atas mimbar) Kata singa di sini bermakna kiasan, yaitu laki-laki pemberani, karena adanya qarinah (petunjuk) berupa "berkhutbah di atas mimbar" yang tidak mungkin dilakukan oleh hewan.
Video ini sangat membantu para penuntut ilmu dalam memahami keindahan bahasa Arab dan ketepatan dalam menafsirkan teks-teks sastera maupun ayat Al-Qur'an.
-
-
6Rangkuman Eps. 3 - Hakikat dan Majaz5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
7Eps. 4 - Isti'arah Metafora1 j12mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas salah satu materi paling indah dalam Ilmu Bayan, yaitu Al-Isti'arah. Ustaz Abdur Rabbani menjelaskan bahwa Isti'arah pada dasarnya adalah Tasybih (perumpamaan) yang dibuang salah satu rukun utamanya (baik Musyabbah maupun Musyabbah Bihi). Fokus utama sesi ini adalah membedakan dua jenis Isti'arah yang sering muncul dalam Al-Qur'an dan sastra Arab.
Materi yang dibahas meliputi:
-
Isti'arah Tasrihiyyah: Yaitu gaya bahasa kiasan yang secara tegas menyebutkan Musyabbah Bihi (objek pembanding) dan membuang Musyabbah (objek yang asli).
-
Contoh: كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ (Sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu agar kamu mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya). Penjelasan: Kata الظُّلُمَاتِ (kegelapan) adalah kiasan untuk kekufuran, dan النُّورِ (cahaya) adalah kiasan untuk keimanan. Objek aslinya dibuang, yang disebutkan hanya objek pembandingnya secara tegas.
-
-
Isti'arah Makniyyah: Yaitu gaya bahasa kiasan yang membuang Musyabbah Bihi (objek pembanding) namun tetap menyisakan sifat atau ciri khasnya (lazim) pada Musyabbah (objek asli).
-
Contoh: وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ (Dan rendahkanlah terhadap mereka berdua sayap kehinaan karena kasih sayang). Penjelasan: Kata الذُّلِّ (kehinaan/rendah hati) diserupakan dengan burung, namun burungnya (Musyabbah Bihi) dibuang dan hanya disebutkan ciri khasnya yaitu جَنَاحَ (sayap).
-
Tujuan Pembelajaran: Memahami Isti'arah memungkinkan kita untuk menangkap kedalaman emosi dan keindahan imajinasi dalam bahasa Arab, yang seringkali tidak bisa digambarkan hanya dengan makna harfiah.
-
-
8Rangkuman Eps. 4 - Isti'arah Metafora5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
9Eps. 5 - Mujaz Mursal dan Kinayah1j 34mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini merupakan rekaman pembelajaran Balaghah Express Sesi 5 yang dipandu oleh Ustaz Abdur Rabbani melalui kanal YouTube KUBA (Kursus Unggulan Bahasa Arab). Fokus utama dalam sesi ini adalah membahas tuntas mengenai Majaz Mursal, yang merupakan salah satu cabang penting dalam Ilmu Bayan.
Dalam video ini, Ustaz menjelaskan bahwa Majaz Mursal adalah penggunaan kata bukan pada makna aslinya karena adanya hubungan (alaqah) tertentu yang bukan berupa keserupaan (ghairu musyabahah). Penjelasan materi disertai dengan berbagai macam alaqah yang sering muncul dalam teks sastra Arab dan Al-Qur'an untuk memperkaya pemahaman peserta.
Berikut adalah beberapa contoh hubungan (alaqah) dalam Majaz Mursal yang dibahas dalam video tersebut:
-
Alaqah Sababiyyah (Menyebutkan sebab, bermakna akibat): رَعَتِ الْمَاشِيَةُ الْغَيْثَ (Hewan ternak memakan hujan) Makna aslinya adalah memakan rumput, namun disebut hujan karena hujan adalah sebab tumbuhnya rumput.
-
Alaqah Musabbabiyyah (Menyebutkan akibat, bermakna sebab): يُنَزِّلُ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ رِزْقًا (Allah menurunkan rezeki dari langit) Maksud rezeki di sini adalah hujan, karena rezeki merupakan akibat atau hasil yang muncul setelah turunnya hujan.
-
Alaqah Juz’iyyah (Menyebutkan sebagian, bermakna keseluruhan): أَلْقَى الْخَطِيبُ كَلِمَةً (Orator itu menyampaikan satu kata) Maksudnya adalah menyampaikan seluruh rangkaian pidato, namun hanya disebutkan sebagian kecilnya saja yaitu "satu kata".
-
Alaqah Kulliyyah (Menyebutkan keseluruhan, bermakna sebagian): يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ (Mereka memasukkan jari-jari mereka ke dalam telinga) Secara logika hanya ujung jari yang masuk, namun disebutkan seluruh jari sebagai bentuk hiperbola dalam bahasa.
Video ini sangat direkomendasikan bagi pembelajar bahasa Arab yang ingin memahami rahasia keindahan balaghah dan kedalaman makna di balik pilihan kata dalam Al-Qur'an.
-
-
10Rangkuman Eps. 5 - Mujaz Mursal dan Kinayah5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
11Eps. 6 - Khabar1j 39mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini merupakan rekaman pembelajaran Balaghah Express Sesi 6 yang dipandu oleh Ustaz Abdur Rabbani melalui kanal YouTube KUBA (Kursus Unggulan Bahasa Arab). Sesi ini menandai awal pembahasan cabang ilmu balaghah yang kedua, yaitu Ilmu Ma'ani, setelah sebelumnya menyelesaikan Ilmu Bayan.
Fokus utama video ini adalah membahas konsep Al-Khabar (kalimat berita) dan Al-Insya (kalimat non-berita atau pernyataan). Ustaz menjelaskan definisi, tujuan, serta jenis-jenis khabar berdasarkan keadaan lawan bicara, serta bagaimana sebuah kalimat berita dapat memiliki makna sastra yang lebih dalam dari sekadar memberikan informasi.
Berikut adalah beberapa poin penting dan contoh materi yang dibahas dalam video tersebut:
-
Definisi Al-Khabar: Kalimat yang mengandung kemungkinan benar (shidqun) atau dusta (kadzibun). Jika sesuai realita maka benar, jika tidak maka dusta.
-
Contoh: الْعِلْمُ نَافِعٌ (Ilmu itu bermanfaat).
-
-
Definisi Al-Insya: Kalimat yang tidak bisa dikatakan benar atau dusta karena sifatnya adalah pernyataan atau tuntutan, seperti perintah, larangan, atau doa.
-
Contoh: رَبِّ اغْفِرْ لِي (Wahai Tuhanku, ampunilah aku).
-
-
Tujuan Khusus Khabar (Agradul Khabar): Terkadang khabar digunakan bukan untuk memberi informasi baru, melainkan untuk tujuan lain seperti:
-
Izharud Dha'fi (Menunjukkan kelemahan): رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي (Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah).
-
Al-Fakhr (Kebanggaan): أَنَا الَّذِي نَظَرَ الْأَعْمَى إِلَى أَدَبِي (Akulah orang yang sastranya dapat dilihat oleh orang buta).
-
-
Jenis Khabar Berdasarkan Lawan Bicara:
-
Ibtidai: Untuk lawan bicara yang belum tahu informasi sama sekali (tanpa alat penegas/taukid).
-
Thalabi: Untuk lawan bicara yang ragu-ragu (menggunakan satu alat penegas).
-
Inkari: Untuk lawan bicara yang mengingkari (menggunakan lebih dari satu alat penegas).
-
Video ini sangat bermanfaat bagi pembelajar yang ingin mendalami bagaimana susunan kalimat bahasa Arab menyesuaikan dengan situasi dan kondisi (mutabaqatul kalam limuqtadhal hal).
-
-
12Rangkuman Eps. 6 - Khabar5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
1. Pengenalan Ilmu Ma’ani
Ilmu Ma’ani adalah ilmu yang mempelajari keadaan susunan kalimat agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi (Mutabaqatul Kalam li Muqtadhal Hal).
2. Perbedaan Al-Khabar dan Al-Insya
Jenis Kalam Definisi Contoh Al-Khabar Kalimat yang mengandung kemungkinan benar atau dusta (tergantung kesesuaian dengan realita). الْعِلْمُ نَافِعٌ (Ilmu itu bermanfaat) Al-Insya Kalimat yang tidak bisa dikatakan benar atau dusta karena berupa tuntutan atau pernyataan. رَبِّ اغْفِرْ لِي (Tuhanku ampunilah aku)
3. Tujuan Kalimat Berita (Agradul Khabar)
Tujuan asli sebuah berita adalah memberi informasi (Faidatul Khabar) atau memberi tahu bahwa kita sudah tahu (Lazimul Faidah). Namun, dalam sastra, tujuannya bisa meluas (Agradul Majaziyyah):
-
Izharud Dha'fi (Menunjukkan kelemahan):
رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي
(Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah) — Doa Nabi Zakaria.
-
Izharut Tahassur (Menunjukkan penyesalan/kesedihan):
رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ
(Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkan anak perempuan) — Ibunda Maryam.
-
Al-Fakhr (Kebanggaan):
أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ
(Aku adalah pemimpin anak cucu Adam).
-
Al-Wa'id (Ancaman):
فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
(Maka kelak mereka akan mengetahui).
4. Jenis Khabar Berdasarkan Keadaan Lawan Bicara
Ilmu Ma'ani sangat memperhatikan apakah lawan bicara kita percaya, ragu, atau menolak.
-
Ibtidai (Permulaan):
Lawan bicara belum tahu informasi sama sekali. Kalimat disampaikan tanpa alat penegas (taukid).
-
Contoh: أَخُوكَ قَادِمٌ (Saudaramu datang).
-
-
Thalabi (Permintaan):
Lawan bicara ragu-ragu. Disarankan menggunakan satu alat penegas.
-
Contoh: إِنَّ أَخَاكَ قَادِمٌ (Sesungguhnya saudaramu datang).
-
-
Inkari (Pengingkaran):
Lawan bicara mengingkari/menolak. Wajib menggunakan lebih dari satu alat penegas.
-
Contoh: إِنَّ أَخَاكَ لَقَادِمٌ (Sungguh, saudaramu benar-benar datang).
-
5. Alat-Alat Penegas (Adawatut Taukid)
Beberapa alat yang digunakan untuk memperkuat kalimat berita antara lain:
-
Inna & Anna (إِنَّ - أَنَّ)
-
Lam Ibtida (لَـ): Contoh: لَأَنْتُمْ أَشَدُّ رَهْبَةً
-
Nun Taukid (نَّ / نْ): Penegas pada kata kerja.
-
Huruf Qasam (Sumpah): Seperti وَاللهِ (Demi Allah).
-
Qad (قَدْ): Sebelum kata kerja masa lampau (fi'il madhi).
6. Penggunaan Khabar untuk Makna Insya
Kadang kalimat berbentuk berita, tapi maksudnya adalah perintah atau doa (untuk kesopanan atau optimisme):
-
Ad-Du'a (Doa):
رَحِمَهُ اللهُ (Semoga Allah merahmatinya). Bentuknya berita (Allah telah merahmatinya), tapi maksudnya doa.
-
At-Ta'dib (Adab/Perintah halus):
وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ (Para ibu menyusui anak-anaknya). Bentuknya berita, tapi maksudnya adalah perintah untuk menyusui.
Kesimpulan:
Memahami Al-Khabar dan Al-Insya membantu kita berkomunikasi secara efektif; tahu kapan harus menekankan sebuah berita dan bagaimana cara menyampaikan pesan dengan halus namun dalam.
-
-
13Eps. 7 - Insyaa1j 46mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini merupakan rekaman pembelajaran Balaghah Express Sesi 7 yang dibawakan oleh Ustaz Abdur Rabbani melalui kanal YouTube KUBA (Kursus Unggulan Bahasa Arab). Sesi ini melanjutkan pembahasan dalam Ilmu Ma'ani, dengan fokus utama pada pendalaman materi Al-Insya (kalimat non-berita).
Dalam video ini, Ustaz menjelaskan secara mendetail tentang pembagian Al-Insya menjadi dua kategori besar, yaitu Insya Thalabi (yang menuntut terjadinya sesuatu) dan Insya Ghairu Thalabi (yang tidak menuntut terjadinya sesuatu). Pembahasan difokuskan pada jenis-jenis tuntutan dalam bahasa Arab yang memiliki nilai sastra dan balaghah yang tinggi, seperti perintah, larangan, pertanyaan, dan angan-angan.
Berikut adalah beberapa poin utama dan contoh materi yang dibahas dalam video tersebut:
-
Insya Thalabi (Perintah/Al-Amr): Bentuk kalimat yang menuntut dilakukannya suatu pekerjaan.
-
Contoh: أَقِيمُوا الصَّلَاةَ (Dirikanlah salat).
-
-
Insya Thalabi (Larangan/An-Nahyu): Bentuk kalimat yang menuntut untuk meninggalkan suatu pekerjaan.
-
Contoh: لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا (Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita).
-
-
Insya Thalabi (Pertanyaan/Al-Istifham): Kalimat yang menuntut pengetahuan tentang sesuatu yang belum diketahui sebelumnya.
-
Contoh: هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ (Bukankah balasan kebaikan itu adalah kebaikan pula?).
-
-
Insya Thalabi (Tamanni): Ungkapan angan-angan terhadap sesuatu yang sulit atau tidak mungkin terjadi.
-
Contoh: أَلَا لَيْتَ الشَّبَابَ يَعُودُ يَوْمًا (Aduhai, andai saja masa muda bisa kembali suatu hari nanti).
-
Video ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana teks bahasa Arab, khususnya Al-Qur'an, menggunakan berbagai bentuk kalimat untuk menyampaikan pesan moral, hukum, maupun keindahan sastra yang mendalam.
-
-
14Rangkuman Eps. 7 - Insyaa5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
15Eps. 8 - Kalimat, Washl dan Fashl1 j 58mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini merupakan rekaman pembelajaran Balaghah Express Sesi 8 yang diselenggarakan oleh KUBA (Kursus Unggulan Bahasa Arab). Materi kali ini berfokus pada struktur kalimat dalam bahasa Arab serta kaidah hubungan antar kalimat yang mencakup pembahasan Al-Musnad & Al-Musnad Ilaih serta Al-Washl & Al-Fashl.
Dalam video ini, Ustaz menjelaskan rukun-rukun kalimat baik dalam Jumlah Ismiyah maupun Jumlah Fi'liyah melalui perspektif Ilmu Ma'ani. Penjelasan juga mencakup tujuan-tujuan balaghah di balik penyebutan, penghapusan, atau pendahulu suatu rukun kalimat untuk memberikan penekanan makna tertentu.
Berikut adalah poin-rukun utama dan contoh materi yang dibahas:
-
Al-Musnad & Al-Musnad Ilaih: Penjelasan mengenai subjek dan predikat dalam balaghah yang menentukan inti pesan sebuah kalimat.
-
Contoh: مُحَمَّدٌ حَاضِرٌ (Muhammad hadir), di mana "Muhammad" adalah Musnad Ilaih dan "Hadir" adalah Musnad.
-
-
Al-Washl: Kaidah menyambungkan dua kalimat menggunakan huruf athaf (kata sambung), biasanya menggunakan الْوَاوُ (Wau).
-
Contoh: جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ (Telah datang kebenaran dan sirnalah kebatilan).
-
-
Al-Fashl: Kaidah memisahkan dua kalimat tanpa menggunakan kata sambung karena adanya hubungan makna yang sangat kuat atau alasan balaghah lainnya.
-
Contoh: يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ (Dia mengatur urusan, Dia menjelaskan tanda-tanda kebesaran-Nya).
-
-
Tujuan Balaghah: Penjelasan mengapa terkadang kalimat dipersingkat atau urutannya diubah, seperti untuk penghormatan, pengagungan, atau sekadar meringkas perkataan.
Video ini sangat bermanfaat bagi pelajar tingkat menengah untuk memahami rahasia keindahan susunan kalimat dalam Al-Qur'an dan sastra Arab klasik.
-
-
16Rangkuman Eps. 8 - Kalimat, Washl dan Fashl5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
17Eps. 9 - Qashr1j 54mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini merupakan rekaman pembelajaran Balaghah Express Sesi 9 yang membahas tiga topik utama dalam Ilmu Ma'ani, yaitu Al-Qashr (pengkhususan), Al-I'jaz (meringkas kalimat), Al-Ithnab (memperpanjang kalimat), serta Al-Musawah (keseimbangan antara lafaz dan makna).
Materi diawali dengan penjelasan mengenai Al-Qashr, yaitu mengkhususkan sesuatu pada sesuatu yang lain dengan metode tertentu seperti menggunakan kata sambung atau urutan kalimat. Pembahasan kemudian berlanjut pada Al-I'jaz, yaitu menyampaikan makna yang luas dengan kata-kata yang sedikit namun tetap jelas dan fasih. Sebaliknya, Al-Ithnab dijelaskan sebagai penambahan lafaz untuk tujuan tertentu seperti penekanan atau doa. Sesi ini ditutup dengan penjelasan Al-Musawah di mana jumlah kata yang digunakan seimbang dengan makna yang dimaksudkan tanpa ada penambahan atau pengurangan.
Berikut adalah beberapa contoh materi dalam bahasa Arab:
-
Al-Qashr (Metode Nafyu & Istisna): لا إله إلا الله (Tidak ada Tuhan selain Allah).
-
Al-I'jaz (Qishari): أَسْلِمْ تَسْلَمْ (Masuk Islamlah, maka kamu akan selamat).
-
Al-Ithnab (Tikrar/Pengulangan): كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui).
-
Al-Musawah: كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ (Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya).
-
-
18Rangkuman Eps. 9 - Qashr5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
19Eps. 10 - Muhassinaat Lafzhiyyah1j 28mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini merupakan rekaman Balaghah Express Sesi 10 yang dibawakan oleh Kursus Unggulan Bahasa Arab (KUBA). Materi utama yang dibahas adalah Ilmu Badi', khususnya pada kategori Muhassinat Lafzhiyah (keindahan bahasa dari segi lafaz).
Berikut adalah poin-poin penting yang dibahas dalam video tersebut beserta contoh-contohnya dalam bahasa Arab:
-
Pengenalan Ilmu Badi': Merupakan cabang ketiga dari ilmu Balaghah yang fokus pada cara memperindah ungkapan bahasa Arab setelah menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pendengar.
-
Al-Jinas: Kesamaan dua lafaz dalam pengucapan namun berbeda secara makna.
-
Jinas Tam (Sempurna): Persis dalam jenis huruf, harakat, jumlah, dan urutan. Contoh: وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُقْسِمُ الْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا غَيْرَ سَاعَةٍ (Kata as-sa'ah pertama berarti hari kiamat, kedua berarti waktu/jam).
-
Jinas Ghairu Tam (Tidak Sempurna): Ada perbedaan pada salah satu dari empat aspek di atas. Contoh: وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ (Perbedaan huruf dhad dan zha).
-
-
As-Saja': Kesamaan bunyi atau huruf terakhir pada potongan-potongan kalimat.
-
Contoh: فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ، وَطَلْحٍ مَنْضُودٍ، وَظِلٍّ مَمْدُودٍ (Semua kalimat diakhiri dengan huruf dal).
-
-
Al-Iqtibas: Mengambil kutipan dari Al-Qur'an atau Hadis untuk disisipkan ke dalam kalimat atau syair tanpa menyebutkan bahwa itu adalah kutipan.
-
Contoh: خَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ (Mengambil potongan dari Hadis Nabi).
-
-
Al-Qalb: Kalimat yang jika dibaca dari depan maupun belakang memiliki susunan huruf yang sama.
-
Contoh: وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ (Jika dibaca terbalik dari belakang tetap menjadi Ra-ba-ka-fa-ka-ba-ra).
-
Video ini juga memberikan pesan moral agar tidak menggunakan gaya bahasa Iqtibas (kutipan ayat/hadis) sebagai bahan candaan atau olok-olokan untuk menjaga kehormatan syiar agama.
-
-
20Rangkuman Eps. 10 - Muhassinaat Lafzhiyyah5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
21Eps. 11 - Muhassinaat Ma'nawiyyah (1)1j 32mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini merupakan rekaman pembelajaran Balaghah Express Sesi 11 yang diselenggarakan oleh Kursus Unggulan Bahasa Arab (KUBA). Fokus utama pembahasan dalam sesi ini adalah Al-Muhassinat Al-Ma'nawiyah (Keindahan Makna), yaitu teknik memperindah kalimat dalam Ilmu Badi' yang menitikberatkan pada aspek makna atau substansi pesan.
Materi yang dibahas mencakup beberapa poin penting, antara lain:
-
Ath-Thibaq (Pertentangan Kata): Penggabungan dua kata yang berlawanan makna dalam satu kalimat. Contoh: تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ (Kata تُؤْتِي "memberi" berlawanan dengan تَنْزِعُ "mencabut").
-
Al-Muqabalah (Pertentangan Kalimat): Mendatangkan dua makna atau lebih, kemudian mendatangkan lawan katanya secara berurutan. Contoh: فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا (Tertawa sedikit dilawan dengan menangis banyak).
-
At-Tauriyah (Makna Ganda): Menggunakan kata yang memiliki dua makna (makna dekat yang tidak dimaksudkan dan makna jauh yang dimaksudkan). Contoh: وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ (Kata بِأَيْدٍ makna dekatnya adalah "tangan-tangan", namun makna jauh yang dimaksud adalah "kekuatan").
Video ini sangat bermanfaat bagi penuntut ilmu untuk memahami rahasia keindahan sastra Al-Qur'an dan kemahiran berbahasa Arab melalui pendekatan makna yang mendalam.
-
-
22Rangkuman Eps. 11 - Muhassinaat Ma'nawiyyah (1)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
23Eps. 12 (akhir) - Muhassinat Ma'nawiyyah (2)1j 46mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini merupakan rekaman Balaghah Express Sesi 12, yang menjadi sesi penutup dari seluruh rangkaian program pembelajaran Ilmu Balaghah oleh Kursus Unggulan Bahasa Arab (KUBA). Fokus utama materi dalam sesi ini adalah kelanjutan dari Al-Muhassinat Al-Ma'nawiyah (Keindahan Makna) yang mencakup berbagai teknik tingkat lanjut dalam memperindah substansi kalimat.
Materi yang dibahas dalam video ini meliputi:
-
Ta'kidul Madh bima Yusybihu Adz-Dzamm (Penegasan Pujian dengan Gaya Mencela): Teknik memuji seseorang menggunakan susunan kalimat yang awalnya seolah-olah ingin mencela.
-
Contoh: لَا عَيْبَ فِيهِمْ غَيْرَ أَنَّ سُيُوفَهُمْ بِهِنَّ فُلُولٌ مِنْ قِرَاعِ الْكَتَائِبِ
-
-
Ta'kidudz-Dzamm bima Yusybihu Al-Madh (Penegasan Celaan dengan Gaya Memuji): Kebalikan dari teknik sebelumnya, yakni menegaskan keburukan dengan susunan yang menyerupai pujian.
-
Contoh: لَا خَيْرَ فِي الْقَوْمِ إِلَّا أَنَّهُمْ جُبَنَاءُ
-
-
Uslubul Hakim (Gaya Bahasa Orang Bijak): Teknik menanggapi lawan bicara dengan jawaban yang tidak ia duga atau mengalihkan pertanyaan ke hal yang lebih bermanfaat.
-
Contoh: يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ
-
-
Al-Iltifat (Perpindahan Sudut Pandang): Pergeseran penggunaan kata ganti orang (dhomir) dalam satu konteks pembicaraan untuk menarik perhatian pendengar.
-
Contoh: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ... إِيَّاكَ نَعْبُدُ
-
-
Al-Mubalaghah (Melebih-lebihkan): Menggambarkan sesuatu secara berlebihan hingga terkadang melampaui batas kewajaran untuk menekankan suatu sifat.
-
Al-Musyakalah (Penyesuaian Lafaz): Menyebutkan suatu hal dengan lafaz yang sama dengan kata sebelumnya agar terdengar selaras.
-
Contoh: تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ
-
-
Al-Laffu wan-Nasyr (Lipat dan Bentangkan): Menyebutkan beberapa hal secara global, kemudian memberikan rincian atau penjelasannya satu per satu.
-
Contoh: وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ
-
Video ini ditutup dengan sesi latihan soal, evaluasi akhir program, serta pesan-pesan motivasi bagi para pembelajar bahasa Arab untuk terus mendalami keindahan bahasa Al-Qur'an.
-
-
24Rangkuman Eps. 12 (akhir) - Muhassinat Ma'nawiyyah (2)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.