Muhimmat Fil Imla (Kaidah Penulisan Huruf dan Kata Bahasa Arab)
- Deskripsi
- Kurikulum
- Notice
- Reviews
Seri kelas Muhimmat fil Imla adalah sebuah kursus intensif yang dirancang untuk membekali pembelajar bahasa Arab dengan kemahiran menulis sesuai kaidah ortografi (Imla) yang baku. Nama kelas ini diambil dari kitab rujukan utamanya, yang secara harfiah berarti “Hal-hal Penting dalam Penulisan Arab.”
Banyak pembelajar bahasa Arab mampu berbicara atau membaca dengan lancar, namun sering kali mengalami kebingungan saat menuangkan kata-kata ke dalam tulisan—terutama terkait peletakan Hamzah dan perubahan bentuk huruf tertentu. Seri kelas ini hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui penjelasan yang sistematis, logis, dan mudah dipahami.
Materi Utama yang Dibahas:
Seri ini mencakup pilar-pilar penting dalam kaidah penulisan Arab, di antaranya:
-
Kaidah Hamzah di Awal Kata: Membedakan antara Hamzah Washal dan Hamzah Qath’.
-
Kaidah Hamzah di Tengah (Mutawassithah): Memahami hirarki kekuatan harakat (Kasrah > Dhommah > Fathah > Sukun) untuk menentukan “kursi” Hamzah.
-
Kaidah Hamzah di Akhir (Mutatharrifah): Teknik penulisan Hamzah berdasarkan harakat huruf sebelumnya.
-
Penulisan Alif Tanwin: Aturan penambahan Alif pada kata berakhiran fathatain (ً) serta pengecualiannya pada huruf-huruf tertentu.
-
Alif Layyinah: Penulisan Alif di akhir kata, baik dalam bentuk tegak (ا) maupun bengkok (ى).
- Dan masih banyak lagi.
Metode Pembelajaran:
Setiap sesi dalam seri ini menggunakan pendekatan praktis:
-
Analisis Teoretis: Memahami alasan di balik sebuah aturan penulisan.
-
Contoh Visual: Menampilkan kata-kata Arab untuk memperjelas perbedaan bentuk.
-
Koreksi Mandiri: Melalui latihan-latihan (Thamrin) untuk menguji ketelitian dalam mendeteksi kesalahan penulisan yang umum terjadi.
Target Peserta:
Kelas ini sangat direkomendasikan bagi pelajar, santri, pengajar bahasa Arab, maupun peminat umum yang ingin meningkatkan kualitas tulisan Arab mereka agar lebih standar, profesional, dan sesuai dengan kaidah para ahli bahasa.
-
1Eps 1 - Pendahuluan (Definisi & Alasan Belajar Ilmu Imla')38m
Eps 1 - Pendahuluan (Definisi & Alasan Belajar Ilmu Imla')
Video ini merupakan episod pertama (pendahuluan) bagi kursus pengajian kitab "Muhimmatun fil Imla'" oleh KUBA (Kursus Unggulan Bahasa Arab). Fokus utama video ini adalah memperkenalkan Ilmu Imla', yaitu cabang ilmu bahasa Arab yang membahaskan kaedah penulisan huruf dan kata dengan betul.
Isi Kandungan Utama:
-
Definisi Ilmu Imla': Ilmu untuk mengetahui kaedah penulisan huruf Arab berdasarkan bunyi lafaz yang diucapkan, dengan mengambil kira kedudukan kata tersebut (sama ada di awal atau semasa berhenti/waqaf).
-
Kepentingan & Tujuan: Ilmu ini bertujuan untuk menjaga keaslian makna dan mengelakkan salah tafsir akibat kesilapan ejaan, terutamanya bagi mereka yang terlibat dalam penulisan karya ilmiah, artikel, atau tugasan akademik.
-
Sasaran Pelajar: Kursus ini lebih sesuai untuk mereka yang sudah boleh menulis dan membaca asas bahasa Arab (peringkat menengah), serta para guru atau pengkaji yang ingin memperhalusi kualiti penulisan mereka.
-
Sumber Rujukan: Kitab ini disusun berdasarkan kaedah yang ditetapkan oleh Lembaga Bahasa Arab di Kaherah (Majma' al-Lughah al-Arabiyah) serta merujuk kepada tokoh-tokoh besar dalam bidang bahasa.
-
Topik yang Akan Dipelajari: Antara perbincangan utama dalam siri ini termasuklah cara penulisan Hamzah, Alif, perbezaan huruf Ta dan Ha, serta kaedah tanda baca (tarkim).
Video ini sangat berguna bagi penuntut ilmu yang ingin memastikan setiap tulisan Arab mereka ditulis mengikut kaedah tatabahasa dan penulisan yang tepat.
-
-
2Rangkuman: Pendahuluan (Definisi & Alasan Belajar Ilmu Imla')5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
3Eps 2 - Hamzah Washol1 j 1 mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini merupakan siri pelajaran kedua dalam pengajian kitab "Muhimmatun fil Imla'" yang memfokuskan kepada topik Hamzah Washol (Hamzah yang terletak di awal kata). Pelajaran ini sangat penting untuk memahami cara menulis dan menyebut perkataan Arab dengan tepat, terutamanya apabila melibatkan huruf yang sukun.
Isi Kandungan Utama:
-
Fungsi Hamzah Washol: Ia berfungsi sebagai "sarana" atau perantara untuk membolehkan kita menyebut huruf sukun yang berada di awal kata, kerana dalam bahasa Arab, mustahil untuk memulakan ucapan dengan huruf sukun.
-
Definisi & Cara Penulisan: Hamzah Washol ditulis dalam bentuk garis Alif tanpa "kepala" (hamzah kecil) di atas atau di bawahnya. Ia hanya disebut jika berada di awal ucapan, tetapi "gugur" (tidak disebut) jika berada di tengah-tengah ayat.
-
Lokasi Hamzah Washol:
-
Isim (Kata Nama): Terdapat 10 kata nama khusus yang ditetapkan secara riwayat (Sama'i), seperti Ibnun, Ismun, Isnani, dan lain-lain.
-
Fi'il (Kata Kerja): Digunakan pada Fi'il Madhi, Amar, dan Masdar bagi kata kerja yang terdiri daripada 5 atau 6 huruf (Khumasi & Sudasi), serta Fi'il Amar bagi kata kerja 3 huruf (Tsulatsi).
-
Huruf: Hanya terdapat pada Al-Ta'rif (Alif Lam makrifah).
-
-
Keadah Pengguguran: Menjelaskan syarat-syarat di mana Hamzah Washol tidak ditulis atau tidak disebut, contohnya apabila didahului oleh Hamzah Istifham (pertanyaan).
-
Cara Bacaan (Harakat): Panduan menentukan sama ada Hamzah Washol dibaca dengan baris atas (Fathah), baris depan (Dhammah), atau baris bawah (Kasrah) berdasarkan kedudukan huruf ketiga dalam kata kerja atau jenis kata tersebut.
Video ini memberikan penjelasan yang sangat terperinci dan praktikal untuk sesiapa yang ingin mendalami kemahiran menulis dan membaca teks Arab dengan betul.
-
-
4Rangkuman Eps 2 - Hamzah Washol5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
5Eps 3 - Hamzah Qatha'55mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Hamzah Qotho' adalah hamzah di awal kata yang wajib ditulis (memiliki lambang "kepala" hamzah) dan selalu diucapkan, baik saat memulai kalimat maupun di tengah kalimat.
Poin Utama:
-
Aturan Tulis: Kepala hamzah di atas alif jika berharakat fathah/dhommah, dan di bawah alif jika kasrah.
-
Posisi: Berlaku pada hampir semua kata benda (isim), kata kerja (fi'il), dan huruf yang tidak termasuk dalam daftar Hamzah Washol.
-
Kaidah Mad: Berubah menjadi tanda mad (garis gelombang) jika bertemu alif panjang, seperti pada kata "Adam".
-
Cara Cek: Jika ditambah huruf Wau atau Fa di depannya dan suara hamzah tetap terdengar jelas, maka itu adalah Hamzah Qotho'.
Video ini juga menyertakan latihan dikte hadis untuk mempraktikkan perbedaan penulisan antara Hamzah Qotho' dan Hamzah Washol.
-
-
6Rangkuman Eps 3 - Hamzah Qatha'5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
7Eps 4 - Hamzah Mutawassithah32mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini menjelaskan tentang kaidah dasar penulisan Hamzah Mutawassithah, yaitu Hamzah yang terletak di tengah kata. Berbeda dengan Hamzah di awal atau akhir, penulisan Hamzah ini memiliki aturan khusus yang bergantung pada perbandingan harakat.
Berikut adalah ringkasan poin-poin utamanya:
-
Definisi: Hamzah Mutawassithah adalah Hamzah yang berada di dalam kata, bukan di awal maupun di akhir.
-
Kaidah Umum Penulisan: Penulisan ditentukan dengan membandingkan dua harakat, yaitu harakat pada Hamzah itu sendiri dan harakat pada huruf tepat sebelum Hamzah. Hamzah akan ditulis di atas huruf yang sesuai dengan harakat yang paling kuat.
-
-
8Rangkuman Eps 4 - Hamzah Mutawassithah5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
9Eps 5 - Hamzah Mutawassithah (bag 2)35mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini menjelaskan tentang pengecualian dan catatan penting dalam penulisan Hamzah Mutawassithah (Hamzah di tengah kata) yang melengkapi kaidah umum perbandingan harakat. Materi ini mencakup enam poin utama yang membantu memahami kapan kaidah umum tidak berlaku, di antaranya:
-
Pengaruh Ya' Maddiyah: Jika Hamzah didahului oleh Ya' sukun (sebagai huruf mad), maka Hamzah tersebut harus ditulis di atas Nabroh (ئ), karena Ya' maddiyah dianggap memiliki kekuatan seperti harakat kasrah.
-
Pertemuan dengan Alif Maddiyah: Jika Hamzah ditulis di atas Alif berdasarkan kaidah dan diikuti oleh Alif maddiyah, maka kedua Alif tersebut digabung menjadi satu Alif dengan tanda Mad (gelombang) di atasnya (contoh: Qur'an).
-
Hamzah di Atas Garis (Lesehan): Hamzah ditulis sendirian di atas garis (Satar) jika ia berharakat fathah dan didahului oleh Alif atau Wau sukun/maddiyah.
-
Kata Majemuk (Tarkib Mazji): Kata-kata yang aslinya dua kata lalu digabung (seperti Yauma-idzin) diperlakukan sebagai satu kata utuh, sehingga Hamzahnya dianggap sebagai Hamzah Mutawassithah.
-
Perselisihan Ahli Bahasa: Menjelaskan adanya kata-kata tertentu yang penulisannya diperselisihkan, namun di masa modern disarankan kembali pada kaidah umum karena sudah adanya tanda baca yang jelas.
-
Kebencian Arab terhadap Huruf Berurutan: Orang Arab cenderung menghindari penulisan dua huruf yang sama secara berurutan (seperti dua Wau), sehingga penulisan Hamzah terkadang disesuaikan untuk menghindari hal tersebut, meski ada perbedaan kebiasaan antara wilayah (seperti Mesir dan negara Syam).
Video ini memberikan panduan praktis bagi pembelajar bahasa Arab untuk memahami variasi penulisan Imla' yang lebih kompleks.
-
-
10Rangkuman Eps 5 - Hamzah Mutawassithah (bag 2)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
11Eps 6 - Hamzah Mutawassithoh (bag 3)45mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini merupakan bagian ketiga dari seri pembahasan Hamzah Mutawassithah yang berfokus pada ringkasan seluruh kaidah serta latihan soal untuk memperkuat pemahaman. Dalam video ini, materi dirangkum berdasarkan lima bentuk penulisan Hamzah di tengah kata, yaitu:
-
Di atas Nabroh (ئ): Digunakan dalam tiga kondisi, seperti saat Hamzah berharakat kasrah atau didahului oleh harakat kasrah dan Ya' Mad.
-
Di atas Wau (ؤ): Menjelaskan kondisi Hamzah berharakat dhommah yang didahului berbagai harakat, serta Hamzah berharakat fathah atau sukun yang didahului dhommah.
-
Di atas Alif (أ): Mencakup aturan Hamzah berharakat fathah atau sukun dengan syarat harakat sebelum atau sesudahnya mendukung posisi tersebut.
-
Di atas Garis/Lesehan (ء): Khusus untuk Hamzah berharakat fathah yang didahului oleh Alif atau Wau Mad.
-
Di atas Tanda Mad (آ): Penulisan khusus untuk pertemuan Hamzah dengan Alif Mad (contoh: pada kata Qur'an dan Ka'bah).
Selain ringkasan teori, video ini menyediakan sesi latihan interaktif di mana penonton diminta memperbaiki penulisan Hamzah dalam kalimat-kalimat tertentu, kemudian diikuti dengan pembahasan jawaban secara mendetail berdasarkan kaidah yang telah dipelajari.
-
-
12Rangkuman Eps 6 - Hamzah Mutawassithoh (bag 3)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
13Eps 7 - Hamzah Mutatharrifah (di akhir kata)36mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini menjelaskan materi tentang Hamzah Mutatharrifah, yaitu Hamzah yang terletak di akhir kata. Penulisan Hamzah jenis ini memiliki aturan yang berbeda dengan Hamzah di tengah kata (Mutawassithah), karena patokan utamanya bukanlah perbandingan dua harakat, melainkan hanya melihat pada harakat huruf sebelum Hamzah.
Berikut adalah poin-poin utama yang dibahas dalam video tersebut:
-
Definisi Hamzah Mutatharrifah: Hamzah yang berada di ujung kata (taraf).
-
Kaidah Dasar Penulisan:
-
Didahului Kasrah ( ِ ): Hamzah ditulis di atas Nabroh (ئ).
-
Contoh: دَافِئٌ (Dafi'), مُكَافِئٌ (Mukafi').
-
-
Didahului Dhommah ( ُ ): Hamzah ditulis di atas Wau (ؤ).
-
Contoh: لُؤْلُؤٌ (Lu'lu'), يَجْرُؤُ (Yajru').
-
-
Didahului Fathah ( َ ): Hamzah ditulis di atas Alif (أ).
-
Contoh: مَلَأَ (Mala'a), قَرَأَ (Qara'a).
-
-
Didahului Sukun atau Huruf Mad ( ْ ): Hamzah ditulis di atas Garis/Lesehan (ء).
-
Contoh: شَيْءٌ (Syai'), وُضُوءٌ (Wudu'), سَمَاءٌ (Sama').
-
Video ini juga memberikan catatan penting bahwa dalam Hamzah di akhir kata, huruf Mad (Alif, Wau, Ya) diperlakukan sama seperti sukun biasa. Selain itu, dijelaskan pengecualian estetika untuk menghindari dua huruf Wau berurutan, seperti pada kata التَّبَوُّءُ (At-tabawwu').
-
-
-
14Rangkuman Eps 7 - Hamzah Mutatharrifah (di akhir kata)5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
-
15Eps 8 - Alif Tanwin56mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Video ini membahas tentang materi Alif Tanwin (Alif pengganti tanwin manshub), yaitu huruf Alif yang ditambahkan di akhir kata setelah tanda tanwin fathah (fathatain). Alif ini berfungsi sebagai pengganti bunyi tanwin saat dibaca waqaf (berhenti).
Secara garis besar, video ini membagi kaidah penulisan Alif Tanwin ke dalam beberapa kondisi, terutama yang berkaitan dengan Hamzah Mutatharrifah (Hamzah di akhir kata) dan huruf-huruf lainnya:
1. Kondisi Penulisan Alif Tanwin pada Kata Berakhiran Hamzah
-
Tanpa Alif Tanwin: Jika Hamzah didahului oleh Alif (seperti بِنَاءً - Bina'an) atau jika Hamzah ditulis di atas Alif (seperti مَلْجَأً - Malja'an). Tanwin langsung diletakkan di atas Hamzah.
-
Dengan Alif Tanwin (Bentuk Hamzah Berubah): Jika Hamzah didahului huruf sukun yang bisa disambung ke huruf setelahnya. Hamzah berubah menjadi di atas nabroh. Contoh: شَيْئًا (Syai'an), بُطْئًا (But'an).
-
Dengan Alif Tanwin (Bentuk Hamzah Tetap): Selain kondisi di atas, Alif tanwin ditambahkan tanpa mengubah bentuk Hamzah asalnya. Contoh: جُزْءًا (Juz'an), ضَوْءًا (Dau'an).
2. Kondisi Penulisan Alif Tanwin pada Kata Selain Akhiran Hamzah
-
Kata berakhiran Ta Marbuthoh (ة): Tidak ditambah Alif Tanwin. Tanwin langsung di atas Ta. Contoh: شَجَرَةً (Syajaratan).
-
Kata berakhiran Alif Maqshurah atau Alif Qaimah: Tidak ditambah Alif Tanwin karena sudah memiliki Alif bawaan. Contoh: عَصًا (Ashan), فَتًى (Fatan).
-
Kata lainnya: Ditambahkan Alif Tanwin di akhir. Contoh: كِتَابًا (Kitaban), بَابًا (Baban).
Video ini sangat membantu dalam memahami kapan kita harus menambahkan huruf Alif setelah tanwin fathah dan kapan tidak boleh menambahkannya, yang sering menjadi kekeliruan dalam penulisan Imla' bahasa Arab.
-
-
16Rangkuman Eps 8 - Alif Tanwin5mThis lesson is locked because you haven't completed the previous one yet. Finish the previous lesson to unlock this one.
Alhamdulillah, kursus terbaru “Muhimmat Fil Imla (Kaidah Penulisan Huruf dan Kata Bahasa Arab)” kini telah TERBIT 🎉
Seri kelas Muhimmat fil Imla adalah sebuah kursus intensif yang dirancang untuk membekali pembelajar bahasa Arab dengan kemahiran menulis sesuai kaidah ortografi (Imla) yang baku. Nama kelas ini diambil dari kitab rujukan utamanya, yang secara harfiah berarti "Hal-hal Penting dalam Penulisan Arab."